Sabtu, 13/07/2024 - 00:51 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

SOSOK Sopir Bus Maut Subang Bernama Sadira, Selamat dari Kecelakaan, Bakal Langsung Jadi Tersangka?

BANDA ACEH  – Siapa sosok sopir bus maut Putera Fajar yang alami kecelakaan di Ciater, Subang, Jawa Barat (11/5/2024)?

Sopir bus maut yang belakangan diketahui selamat tersebut bernama Sadira.

Sadira yang membawa rombongan siswa dan guru SMK Lingga Kencana disebut mengalami luka berat dan sudah dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

Belakangan terkuak jika Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan, bus pariwisata yang mengalami kecelakaan maut di Subang Jawa Barat tidak memiliki izin angkutan dan status lulus uji berkala sudah kadaluwarsa sejak Desember 2023 lalu.

“Pada aplikasi Mitra Darat, bus tersebut tercatat tidak memiliki izin angkutan dan status lulus uji berkala telah kadaluwarsa sejak 6 Desember 2023,” kata Kepala Bagian Hukum dan Humas Ditjen Perhubungan Darat, Aznal dalam keterangannya, Sabtu (11/5/2024).

Aznal mengatakan, Ditjen Hubdat saat ini telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk terus melakukan investigasi mendalam terkait kecelakaan tersebut.

Sementara Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat Kombes Pol Wibowo menyebut sopir bus laka maut di Kecamatan Ciater, Subang, Jawa Barat, Sabtu (11/5/2024) belum bisa dimintai keterangan.

“Untuk kondisi sopir (bus) saat ini sedang alami luka berat dan kami belum melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan karena saat ini masih dalam perawatan medis,” kata Wibowo.

Ia menambahkan, menurut dugaan sementara Bus Trans Putera Fajar AD-7524-OG alami rem blong.

“Untuk sementara dugaan rem blong, kan nanti perlu kami dalami lagi dan lakukan pemeriksaan. Tapi berdasarkan keterangan saksi-saksi khususnya para penumpang yang ada di bus itu memang sepertinya rem blong. Tapi kan nanti akan kami buktikan melalui investigasi,” bebernya.

Seperti diketahui, ada 11 korban tewas akibat peristiwa ini, 10 di antaranya pelajar SMK Lingga Kencana Depok.

Sadira kemudian menceritakan apa yang terjadi sebenarnya pada malam minggu nahas yang dialami dirinya dan rombongan SMK Lingga Kencana Depok.

Berikut poin-poin pernyataan Sadira

Sadira mengatakan peristiwa kecelakaan terjadi setelah maghrib dan bus akan melanjutkan perjalanan singgah ke rest area. Bus mengalami rem blong saat akan menanjak.

Sadir mencari penyelamat seperti antisipasi rem blong di jalan tanjakan. Namun Sadira mengatakan tidak melihat jalur penyelamat di area tersebut.

Menurut pengakuan Sadira, bus masih dalam keadaan normal pada saat berangkat dari Depok menuju alun-alun Bandung hingga menginap di daerah Cihampelas.

Sadira sudah mulai merasa ada yang tidak normal dengan kendaraan yang dikendarainya pada saat akan kembali menuju Depok.

Sadira kemudian berinisiatif menghubungi montir untuk memperbaiki rem yang dirasa tidak normal.

Setelah rem diperbaiki, Sadira mengatakan semuanya aman terkendali.

Menurutnya, rem pun sudah normal kembali. Setelah itu, bus kembali menuju tempat istirahat untuk makan.

Saat rombongan makan, Sadira kembali mengecek rem untuk memastikan segalanya aman menuju Depok.

Namun, dalam perjalanan tersebut, baru terasa bahwa rem blong. Sadira pun berinisiatif untuk mencari menyelamat untuk rem blong.

Menurutnya ternyata tidak ada area penyelamat di jalan turunan tersebut.

Sadira mengatakan bahwa dirinya melihat tiang listrik di kanan jalan, sehingga berinisiatif untuk mengarahkan laju bus ke kanan jalan agar bus berhenti.

Menurut Sadira, jika tidak melakukan antisipasi tersebut, bus akan terus turun dan menabrak banyak kendaraan di depannya.

Sadira mengaku sempat mengomunikasikan bahwa kendaraan mengalami rem blong kepada kondektur dan juga tour leader, Sumantri, sesaat sebelum kecelakaan.

Status Uji Kir Bus Trans Putera Fajar Kedaluwarsa

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan, status uji kir bus pariwisata PO Trans Putera Fajar berplat nomor Wonogiri AD 7524 OG yang mengalami kecelakaan maut di Subang, Jawa Barat, sudah kadaluwarsa sejak Desember 2023.

Selain itu, bus maut PO Trans Putera Fajar saat mengalami kecelakaan di Subang juga tidak memiliki izin angkutan.

1 2

Reaksi & Komentar

هَٰؤُلَاءِ قَوْمُنَا اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ آلِهَةً ۖ لَّوْلَا يَأْتُونَ عَلَيْهِم بِسُلْطَانٍ بَيِّنٍ ۖ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا الكهف [15] Listen
These, our people, have taken besides Him deities. Why do they not bring for [worship of] them a clear authority? And who is more unjust than one who invents about Allah a lie?" Al-Kahf ( The Cave ) [15] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi