Farwiza, yang meraih gelar master dalam bidang Manajemen Lingkungan dari Universitas Queensland (UQ) di Australia, dikenal atas dedikasinya dalam melestarikan ekosistem Leuser di Aceh.
Dalam wawancara singkat, Farwiza menceritakan bagaimana pengalamannya belajar di Australia telah membentuk komitmennya untuk melindungi lingkungan.
“Saya pertama kali ke Australia pada tahun 2009 untuk mengejar gelar master. Di sana, dunia saya terbuka sangat luas. Ketika saya kembali ke Aceh, hati saya tetap di sini, khususnya pada Kawasan Ekosistem Leuser. Sampai sekarang, saya terus mendedikasikan diri untuk melindungi kawasan tersebut,” ungkapnya.
Farwiza juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam upaya pelestarian hutan. Pihaknya telah membantu dan memberdayakan para perempuan di desa-desa untuk lebih kuat dalam memperjuangkan hak mereka terhadap lingkungan yang sehat dan lestari.
“Selain itu, kami juga berkolaborasi dengan banyak pihak, dan kami sangat bersyukur karena dalam tim kami banyak lulusan Australia yang berperan besar dalam penguatan upaya kami, karena memang kualitas pendidikan yang diberikan Australia banyak membantu civil society organisation di Aceh” tambahnya.
Farwiza juga menyebutkan, kualitas pendidikan yang didapatkan dari Australia juga memberikan wawasan yang lebih luas serta kemampuan berpikir kritis yang sangat diperlukan dalam merancang kebijakan perlindungan hutan, satwa liar, dan berinteraksi dengan masyarakat.[]
































































































Komentar Terbaru