Pada April, dengan bantuan dari AS dan sekutu lainnya, Israel berhasil menghentikan 99% serangan Iran yang melibatkan pesawat tak berawak, rudal jelajah, dan rudal balistik. Namun, Financial Times mencatat bahwa pada tanggal 1 Oktober, Israel kembali menghadapi serangan lain, sekitar 30 rudal menghantam Pangkalan Udara Nevatim, dan satu rudal meledak di dekat markas Mossad.
Mendorong Industri Militer
Pemerintah Israel telah beralih ke industri untuk meningkatkan kemampuan militer dalam mencegat drone udara yang diluncurkan oleh Iran atau milisi Hizbullah Lebanon.
Kementerian Pertahanan mengatakan pada Selasa bahwa mereka telah meluncurkan sebuah kompetisi di antara delapan perusahaan besar dan kecil.
“Setelah menganalisis hasil uji coba, Kementerian Pertahanan akan memilih beberapa teknologi untuk memasuki proses pengembangan dan produksi yang dipercepat. Hal ini bertujuan untuk menerapkan kemampuan operasional baru dalam beberapa bulan,” katanya.
Selain rudal, Iran, Hizbullah dan lainnya telah menggunakan pesawat tanpa awak dalam serangan terhadap Israel.
Pada Minggu, Hizbullah mengatakan bahwa mereka telah menyerang Brigade Golani militer Israel di Binyamina di Israel utara dengan “segerombolan pesawat tak berawak”. Mereka mengatakan bahwa beberapa drone, termasuk model yang belum pernah digunakan sebelumnya, telah menghindari radar pertahanan udara Israel.
Militer Israel mengatakan bahwa empat tentaranya telah terbunuh dan tujuh lainnya terluka parah.
“Ancaman UAV merupakan ancaman multi-arena yang berasal dari Iran, yang memasok UAV ke Lebanon, Yaman, dan Irak, dan bahkan meluncurkannya sendiri,” ungkap Menteri Pertahanan Yoav Gallant.
“Kita harus memusatkan upaya nasional … untuk menghasilkan solusi operasional dengan cepat.”
Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan, Eyal Zamir, mengatakan bahwa kementerian itu telah menginvestasikan ratusan juta shekel untuk kemampuan tersebut.
Mereka yang berpartisipasi termasuk perusahaan-perusahaan pertahanan terkemuka Israel, Elbit Systems, Rafael, dan Israel Aerospace Industries.





































































































Beri Komentar