Kata Budiman, dia dan Nezar tak mengobrol kondisi masing-masing semasa jadi aktivis dulu dan sekarang gabung ke pemerintahan.
“Ya canda-canda saja, canda-candanya ya dunia berubah, sejarah berubah dan kalau kita tidak berubah, kalau kita tidak melihat tantangan-tantangan baru ya kita hanya ikut agenda orang lain yang meminta kita untuk berpikir masa lalu,” katanya.
“Setiap 25 tahun, setiap bangsa harus mengubah prioritas agendanya, dulu agenda kita kebebasan, sekarang persatuan dan kedaulatan, dan melawan kemiskinan,” ungkapnya,” tambahnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasannya menerapkan “the military way” kepada para menteri Kabinet Merah Putih lewat pelatihan di Akademi Militer (Akmil) Magelang.
Prabowo ingin menyelaraskan kedisiplinan dan kesetiaan para menteri terhadap bangsa dan negara. Dia membantah ingin membuat kabinet militeristik.
“Saya tidak bermaksud membuat Anda militeristik, salah, bukan itu. The military way ditiru oleh banyak pemerintah terutama perusahaan-perusahaan,” kata Prabowo dalam pidato di Akmil Magelang, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (25/10).
Prabowo mengatakan inti “the military way” adalah kedisiplinan. Selain itu, ia menekankan soal kesetiaan kepada bangsa dan negara. Prabowo berkata telah disumpah untuk mempertahankan bangsa dan negara. Ia ingin para menteri juga melakukan hal yang sama.










































































































