“Video itu direkam dua tahun lalu, bukan saat saya memasang pagar. Waktu itu saya sedang memeriksa laporan warga soal bambu yang dipasang secara ilegal,” bantah Arsin.
Ia juga menegaskan bahwa nelayan di wilayah tersebut tetap dapat beraktivitas tanpa hambatan. “Sampai sekarang nelayan masih berlayar, tidak ada pengaduan apa pun,” tambahnya.
Meski demikian, sejumlah warga melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) telah melaporkan Arsin dan delapan orang lainnya, termasuk seorang mahasiswa bernama Sandi, yang diduga terlibat dalam pemasangan pagar tersebut secara swadaya.
Courtesy: Debat-panas-menteri-atr-dan-kades-kohod.html” target=”_blank”>Media
































































































Beri Komentar