Dengan kebutuhan akan temperatur sangat rendah, LNG tidak bisa diedarkan dalam bentuk tabung-tabung layaknya LPG. Tapi, pemanfaatan LNG memerlukan fasilitas regasifikasi sekaligus sistem transportasi terintegrasi ke pengguna. Inilah yang bisa jadi dianggap kurang strategis bagi pemerintah dari sisi pendanaan.
Melihat fakta ini, sebenarnya menjadi tantangan bagi negara, mengingat negara memiliki segala sarana dan prasarana mengelolanya, tinggal ada kesungguhan atau tidak. Bagaimana pun ribetnya pengelolaan LNG hingga bisa sampai kepada masyarakat tetap menjadi kewajiban negara untuk mengelolanya. Namun nyatanya, hari ini beralih kepada investor. Dan skema pembiayaannya berupa investasi sehingga bukan murni milik negara. Jatuhnya tetap hitungan untung rugi sebab investor ini pengusaha murni.
Islam Lindungi Harta Milik Umum
Rasulullah Saw. bersabda, “Kaum muslim berserikat dalam tiga hal: air, padang rumput, dan api; dan harganya adalah haram.” (HR Ibnu Majah, Abu Dawud dan Ahmad).
Hadis ini menjelaskan bahwa berserikatnya manusia baik kafir maupun muslim dalam ketiga hal bukanlah karena zatnya, tetapi karena sifatnya sebagai sesuatu yang dibutuhkan oleh orang banyak atau masyarakat dan jika tidak ada, mereka akan berselisih atau terjadi masalah dalam mencarinya.
Maka wajib bagi negara menjamin pemanfaatannya benar-benar untuk kemaslahatan umat. Agar tidak terjadi hal yang membahayakan rakyat. Termasuk dalam tindakan zalim jika negara abai bahkan dengan sengaja menjual kepada asing sementara kepada rakyat memungut pajak. Pengaturan yang zalim ini hanya ada dalam Sistem Kapitalisme. Dimana asasnya adalah manfaat dan bukan halal haram.
Sejarah dunia tak mungkin dilepaskan dari sejarah kejayaan Islam itu sendiri saat memimpin dunia dengan syariat. Para Khalifah dengan segenap daya upaya mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya dengan mendorong para ilmuwan, alim ulama hingga masyarakat untuk memberikan kontribusi terbaiknya. Di sisi lain, negara hadir secara hakiki menjamin terpenuhinya kebutuhan asasiyah rakyat individu per individu seperti kesehatan, pendidikan, keamanan, sandang, pangan dan papan.
Will Durant, seorang sejarahwan barat memuji kesejahteraan negara Khilafah. Dalam buku yang ia tulis bersama Istrinya Ariel Durant, Story of Civilization, ia mengatakan:
“Para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan kerja keras mereka. Para Khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang untuk siapapun yang memerlukan dan memberikan kesejahteraan selama beradab-abad dalam wilayah yang sangat luas. Fenomena seperti itu belum pernah tercatat (dalam sejarah) setelah zaman mereka”















































































































Komentar Terbaru