Selanjutnya, Prof. Razali pakar di bidang belajar motorik. Meneliti bagaimana caranya melakukan penguatan Physical Literacy melalui Motor Learning.
Dalam kajiannya ini, membuktikan besarnya manfaat dari implementasi kebijakan yang mendukung motor learning dan physical literacy tersebut.
“Riset ini patut menjadi rujukan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu memperkuat keterampilan fisik, mental dan sosial siswa, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan,” sebut Prof Marwan.
Kemudian Prof. Amiruddin. Nama yang tidak asing, orangtua asuh mahasiswa KIP K di asrama. Mengkaji dinamika psikologi sosial dalam olahraga: Kunci meningkatkan motivasi dan prestasi atlet. Dirinya menilai, psikologi sosial berperan penting dalam dunia olahraga, terutama dalam memahami bagaimana interaksi sosial dan dinamika kelompok mempengaruhi motivasi dan performa atlet.
“Kajian Prof. Amiruddin ini dapat menjadi pondasi penting khususnya dalam pembinaan atlet. Sebab dengan menerapkan prinsip-prinsip psikologi sosial, kita dapat membantu atlet dan tim untuk mendapatkan prestasi yang terbaik,” jelasnya.
Terakhir, ada Prof. Nasir yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mengkaji bagaimana merevitalisasi manajemen pendidikan, demi menciptakan pengembangan sekolah yang berdaya saing global.
“Hasil risetnya menjelaskan, manajemen mutu dalam sekolah, kepemimpinan mutu, dan pengembangan kompetensi guru serta tenaga kependidikan adalah elemen-elemen yang saling terkait dan penting untuk mencapai keunggulan pendidikan,” sebut Rektor.






























































































