“Izin majelis ini masih di BAP 16 di poin 5, ‘selanjutnya, sekitar pukul 17.00 saudara Saeful menghubungi saya kembali dan menyampaikan, Ger diantar ke rumah saya ketemu Pak Ilham, dan saya jawab, iya mas. Dan kemudian saudara Saeful menyampaikan uangnya kamu sisihin Rp170 juta untuk Mas Donny, Rp2 juta untuk kamu, dan sisanya semuanya kasih ke Pak Ilham’. Sejauh ini yang saya bacakan apakah demikian?” tanya Jaksa Takdir usai membacakan BAP saksi Gery.
“Iya betul, kurang lebih seperti itu pak,” jawab Gery.
“Oke, ‘kemudian saya jawab, iya mas, kemudian uang untuk saudara Donny Rp170 juga saya masukan ke dalam tas plastik dan sisanya tetap berada dalam koper warna abu-abu tersebut’. Demikian kah?” sambung Jaksa Takdir dan diamini Gery.
Gerry kemudian mengantarkan uang tersebut kepada Mohammad Ilham Yulianto yang merupakan sopir pribadi Saeful. Selanjutnya, dia juga menyerahkan uang Rp170 juta kepada Donny.
“Izin penegasan majelis di BAP saksi di poin 6, ‘kemudian saya berangkat dan tiba di rumah Saeful sekitar pukul 19.00 WIB, dan bertemu dengan Ilham sopir Saeful, dan saya menyampaikan ini ada titipan Pak Saeful, dan dijawab, oh ya sudah, setelah itu saya video call dengan Saeful menyampaikan mas ini sudah saya serahkan ke Pak Ilham ya, dijawab, ya sudah Ger. Apakah demikian? video call ya?” jelas Jaksa Takdir yang juga diamini Gery.
Selanjutnya Gerry juga pernah ke kantor DPP PDIP di daerah Menteng, Jakarta Pusat untuk menyerahkan uang kepada Donny.
“Oh sudah pak, sudah saya ketemu Pak Donny, saya kasih yang uang sejumlah tersebut, sudah saya balik pak,” kata Gery.
“Tadi tempatnya di mana ketemu sama Donny ini? DPP PDIP di Menteng?” tanya Jaksa Takdir.
“Betul pak,” jawab Gery.
“Ketemunya di mana spesifiknya? di basement kah? di lobby kah?” tanya Jaksa Takdir.
“Di parkiran basement,” kata Gery.
Setelah menerima uang itu, kata Gery, Donny langsung menentengnya dan dibawa ke dalam mobil.




































































































Beri Komentar