Pada perjanjian Hudaibiyah itu terjadi pengakuan terhadap entitas Madinah secara diplomatik, dengan disebut dalam lembar perjanjian. Bunyinya begini: Ini adalah perjanjian antara Makkah dengan Muhammad bin Abdullah dan pengikutnya. Meski menolak diksi Muhammad utusan Allah, tapi substansinya sama. Penyebutan ini di lembar perjanjian bermakna pengakuan diplomatik secara tertulis terhadap eksistensi circle Allah. Duduk sama rendah berdiri sama tinggi dalam sebuah perjanjian yang setara.
Pada fase perang sebelumnya, Makkah sama sekali menolak mengakui eksistensi Madinah, hanya menganggapnya sebagai gerombolan pengacau keamanan. Hanya tercium baunya, tak jelas wujudnya. Karena itu, pengakuan entitas Nabi dan pengikutnya secara diplomatijk disebut oleh Allah sebagai fathan mubina (QS. Al-Fath: 1) yaitu kemenangan gemilang. Artinya, kekuatan Makkah sudah mentok, grafiknya tak lagi naik, tapi akan terus menurun dan tinggal menunggu waktu untuk runtuh total.
Jika kita menilik perjuangan Gaza, sebetulnya sudah jauh hasil yang diraih. Hamas sudah duduk sejajar dalam perundingan pertukaran tawanan. Ini merupakan pengakuan diplomatik terhadap eksistensi kelompok perlawanan bersenjata di Gaza. Ketika kelompok yang dianggap lemah sudah berhasil memaksa lawannya untuk berunding, menandakan musuh sudah frustasi dalam fase penggunaan senjata. Diakui atau tidak oleh Israel kita harus memahaminya demikian, sebab hukum alam tak perlu pengakuan pelaku.
Waspada Peran Munafiq
Hukum alam yang juga wajib kita tahu, dalam peperangan antara circle Allah melawan circle setan, di tengahnya ada munafiq, yang secara lahir pro circle Allah tapi secara batin pro circle setan. Karena itu, musuh akan dengan cermat mengidentifikasi siapa saja sosok yang memainkan peran sebagai munafiq untuk dijadikan pion yang merugikan circle Allah.
Dalam kasus perang Gaza, otoritas Palestina bisa dianggap representasi munafiq. Secara lahir bagian dari warga Palestina dan secara agama juga Islam. Tapi secara batin lebih pro kepada Israil dan benci kepada pejuang Gaza. Banyak statemen di media yang menunjukkan otoritas Palestina tidak setuju dengan perjuangan bersenjata melawan Israil.
Tentu saja pernyataan dan sikap yang ditunjukkan otoritas Palestina akan dicatat oleh circle setan sebagai kredit poin untuk terpenuhinya syarat sebagai mitra handal dalam melemahkan circle Allah. Perancis sebagai bagian dari circle setan tentu tahu itu. Karenanya Perancis berani memberikan pengakuan terhadap Palestina yang bermakna memberi keuntungan dan kepercayaan terhadap otoritas Palestina dan merugikan pejuang Gaza. Ujungnya adalah keuntungan untuk Israil, teman sejati Perancis.

































































































