Jika dipikir secara logis, mengapa baru sekarang Perancis mengumumkan akan mengakui Palestina? Ke mana saja selama puluhan tahun terjadi penjajahan dan penjarahan tanah Palestina?
Setelah dua tahun perang Gaza dan Israil tak juga mampu menundukkan para pejuang, barulah terpikir oleh Perancis untuk memberi pengakuan terhadap Palestina. Berarti munculnya pengakuan dipicu oleh perang yang tak berkesudahan.
Tapi anehnya buah perjuangan itu tidak diberikan kepada kelompok yang berperang – pejuang Gaza. Hasil itu akan diberikan kepada pihak yang tidak ikut melakukan usaha – otoritas Palestina – yang selama perang hanya duduk melihat bahkan mengecam. Berarti ada hubungan batin di belakang layar antara otoritas Palestina (pemeran munafiq) dengan Perancis (pemeran kafir). Ada sebuah agenda yang dirancang bersama. Inilah yang disebut wala’.
Contoh-contoh kasus seperti ini banyak sekali dalam sejarah. Persekongkolan di belakang layar antara pemeran munafiq dengan pemeran kafir. Hal yang menjadi alasan mengapa Allah menyatukan kaum kafir dengan kaum munafiq di neraka jahannam.
إِنَّ ٱللَّهَ جَامِعُ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ وَٱلۡكَٰفِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا ١٤٠ – النساء
Sesungguhnya Allah mengumpulkan munafiqun dan kafirun di neraka Jahannam bersama-sama. (QS. An-Nisa: 140).
Jika memang otoritas Palestina punya wala’ yang benar di dalam circle Allah, pasti akan merespon rencana Perancis itu dengan penolakan. Mereka harusnya menjawab, “kami tidak berhak menikmati hasil dari jerih payah saudara kami, mereka lebih berhak menerima hasilnya. Apalagi jika ditambah syarat amputasi tangan dan kakinya – melucuti senjatanya. Jika memang tulus memberikan pengakuan, ya berikan saja, tanpa ada syarat melucuti senjata”.
Ketika otoritas Palestina diam saja bahkan gembira hatinya dengan rencana Perancis itu, berarti memang punya kesamaan agenda dengan circle setan. Otoritas Palestina mendapat tiga keuntungan sekaligus: Ketiban berkah pengakuan dari dunia internasional, mendapat ambil alih kekuasaan di Gaza dari Hamas, dan rival bebuyutannya itu dilucuti senjatanya. Ini menjadi bukti bahwa otoritas Palestina sejatinya bagian dari hizb setan bukan anggota circle Allah.
Panduan Diplomasi dengan Yahudi
Al-Qur’an memberikan panduan dalam diplomasi dengan Yahudi agar tidak dikibuli oleh mereka. Yahudi dikenal jago dalam perang diplomasi dan opini, karenanya petunjuk Al-Qur’an menjadi sangat penting demi mengalahkan mereka dalam peperangan diplomatik.
Pertama: Yahudi jangan pernah dipercaya janjinya, baik secara pribadi maupun yang tertuang dalam perjanjian resmi.


















































































































Komentar Terbaru