UPDATE

Salam.life
DUNIA
INTERNASIONALPALESTINA

Pengakuan Palestina Dalam Perspektif Ilmu Wala’

Sementara circle al-batil meliputi iblis, syetan jin, kaum kafir, kaum musyrik, Yahudi, Nasrani dan Munafiqun. Centernya disebut Al-Qur’an dengan nama thaghut (QS. 2: 258) yang wujudnya bisa bermacam-macam tergantung kepentingan sebuah circle al-batil tersebut. Kadang berwujud iblis, kadang berhala, kadang dukun, kadang rezim zalim seperti Firaun, kadang ahli agama yang rusak, kadang pemilik modal yang jahat dan sebagainya.

Circle ini disebut juga oleh Al-Qur’an hizbus-syaithan (circle syetan) sebagaimana ayat ini:

ٱسۡتَحۡوَذَ عَلَيۡهِمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ فَأَنسَىٰهُمۡ ذِكۡرَ ٱللَّهِۚ أُوْلَٰٓئِكَ ‌حِزۡبُ ‌ٱلشَّيۡطَٰنِۚ أَلَآ إِنَّ ‌حِزۡبَ ‌ٱلشَّيۡطَٰنِ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ ١٩– المجادلة

Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikannya lupa mengingat Allah. Mereka itulah circle setan (hizb syetan). Ketahuilah sesungguhnya mereka yang tergabung dalam circle setan (hizb syetan) itulah yang rugi / kalah. (Al-Mujadalah/58:19)

Aksi Kaninus 16

Salah satu teori dalam konsepsi wala’ adalah bahwa anggota sebuah circle akan selalu mewakili circle-nya dalam hal rivalitasnya terhadap circle lawan. Jangan gampang terkesima dengan narasi yang dilontarkan oleh circle lawan.

Berbekal teori ini, kita kaum beriman jangan terkesima dulu dengan narasi yang dilontarkan Perancis dan negara lain yang berniat mengakui Palestina. Sebab negara-negara ini merupakan anggota circle setan. Kita minimal harus skeptis, lebih bagus lagi curiga dan waspada. Sebab apapun yang dilontarkan oleh circle lawan pasti mengandung motif makar dan jebakan. Tidak mungkin mereka tiba-tiba meninggalkan circle setan lalu bergabung dengan circle Allah.

Gaza Harus Waspada

Narasi Perancis ini jika kita baca dengan teori wala’, hasilnya adalah upaya mengamputasi perlawanan Gaza. Kesimpulan ini sangat gamblang terbaca dari syarat yang mereka minta, yaitu seluruh elemen pejuang Gaza harus melucuti senjata, lalu menyerahkan kekuasaan sepenuhnya kepada otoritas Palestina.

Mari kita berandai bahwa itu benar terjadi. Seluruh elemen pejuang Gaza menyerahkan senjata dan kekuasaan kepada otoritas Palestina, lalu Palestina diakui sebagai negara merdeka, apakah Israil akan berhenti dari agenda mencaplok seluruh Palestina? Jawabannya, tidak ! Zionis sudah memasang harga mati, bahwa kekuasaan mereka harus meliputi seluruh wilayah yang membentang antara sungai Nil di Mesir hingga sungai Eufrat di Iraq.

Ketika penduduk bersenjata dilucuti, yang bermakna seluruh tanah Palestina hanya berisi penduduk yang tak bersenjata, bukankah itu artinya Palestina tak punya lagi daya tawar apapun untuk menegakkan harga diri dan menuntut hak?. Semua orang akan dijadikan target “sembelihan” oleh circle setan tanpa bisa melawan sedikitpun.

image_print
1 2 3 4 5 6 7
Stories
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.