Bantuan kemanusiaan bisa mengganjal lapar sehari, bisa mengobati luka sementara, tetapi tidak bisa menghentikan jatuhnya bom berikutnya.
Maka, solusi hakiki harus lebih dari sekadar kemanusiaan.
Solusi hakiki harus mampu menghentikan penjajahan hingga akarnya.
Solusi Islam: Jihad Fii Sabilillah
Islam telah memberikan solusi yang jelas. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, “Dan perangilah mereka, sehingga tidak ada lagi fitnah, dan (sehingga) ketaatan itu hanya bagi Allah semata.” (QS. Al-Baqarah: 193)
Ayat ini menunjukkan bahwa penindasan dan penjajahan harus dihadapi dengan kekuatan.
Tidak cukup hanya dengan doa dan bantuan logistik, tetapi dengan *perlawanan militer yang terorganisir*.
Rasulullah ﷺ juga bersabda, “Imam (khalifah) adalah perisai, di belakangnya orang-orang berperang dan dengannya mereka terlindungi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa umat Islam membutuhkan kepemimpinan yang mampu mengerahkan kekuatan untuk melindungi kaum Muslimin yang tertindas.
Kilas Balik Sejarah Islam
Sejarah mencatat banyak momen ketika umat Islam berhasil membebaskan negeri-negeri yang dijajah.
Salah satunya adalah ketika *Shalahuddin Al-Ayyubi* membebaskan Al-Quds dari tentara salib.
Itu bukan dilakukan dengan donasi, tetapi dengan jihad yang dipimpin oleh seorang pemimpin yang memiliki visi dan iman yang kuat.
Begitu pula ketika Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu membuka Baitul Maqdis.
Peristiwa itu membuktikan bahwa penjajahan hanya bisa dihentikan dengan kekuatan politik dan militer yang berpihak pada Islam, bukan dengan retorika kosong apalagi negosiasi yang menguntungkan musuh.
Kesadaran Umat Harus Semakin Meningkat
Melihat kondisi Gaza hari ini, umat Islam tidak boleh lagi hanya puas dengan aksi kemanusiaan.
Umat harus meningkatkan kesadarannya bahwa solusi hakiki hanyalah dengan *menggerakkan kekuatan militer dari negeri-negeri Muslim*.
Kesadaran ini harus diwujudkan dengan tuntutan politik. Umat harus berani menuntut para penguasa Muslim untuk mengirimkan bantuan militer, bukan sekadar retorika dan donasi.
Jika selama ini umat hanya menekan untuk “membuka akses bantuan kemanusiaan”, maka sudah saatnya umat menuntut lebih: *kirim pasukan untuk menghentikan genosida*.
Tanggung Jawab Kolektif Umat
Derita Gaza bukan hanya urusan warga Palestina. Derita Gaza adalah urusan seluruh umat Islam. Rasulullah ﷺ bersabda;
“Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta, kasih sayang, dan kelembutan mereka, seperti tubuh yang satu. Apabila salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh turut merasakan panas dan tidak bisa tidur.” (HR. Muslim)































































































Beri Komentar