Derita Gaza makin parah. Bantuan kemanusiaan belum cukup, hanya Islam solusi hakiki untuk hentikan kejahatan Zionis.
KONDISI di Gaza semakin hari semakin memburuk. Serangan tanpa henti dari Zionis Israel telah menelan ribuan korban jiwa, menghancurkan rumah-rumah, masjid, sekolah, hingga rumah sakit.
Sementara itu, dukungan dari Amerika Serikat, khususnya di era Trump maupun kelanjutan politik luar negeri AS, memperkuat posisi Zionis untuk terus melancarkan agresinya.
Dunia pun melihat penderitaan yang seolah tak berkesudahan ini, hingga memunculkan solidaritas internasional.
Banyak orang dari berbagai negara menggalang dana, mengirim bantuan kemanusiaan, hingga melakukan aksi simbolik seperti misi Gaza Sumud Flotilla untuk menembus blokade.
Namun, pertanyaannya: apakah upaya kemanusiaan semata cukup untuk menghentikan genosida?
Fakta Derita Gaza Hari Ini
Kejahatan Zionis makin meningkat. Agresi militer berlangsung brutal, dengan dalih keamanan, padahal nyata-nyata merupakan proyek penjajahan.
Disisi lain, dukungan Amerika Serikat makin kuat. Dukungan politik, diplomasi, hingga pasokan senjata, membuat Israel semakin percaya diri.
Bagai secercah cahaya di tengah gulita, solidaritas dunia tumbuh. Banyak masyarakat internasional yang sudah tidak bisa menoleransi kebiadaban Zionis.
Mereka berusaha sebisanya, termasuk pengiriman bantuan kemanusiaan lintas negara.
Sayangnya, meski aksi solidaritas ini penting, ia belum mampu menghentikan bom yang terus berjatuhan. Gaza tetap hancur, nyawa tetap melayang, dan Israel tetap melanjutkan agresinya.
Diamnya Dunia, Pengkhianatan Penguasa
Realitas pahit yang harus diakui adalah diamnya para penguasa negeri-negeri Arab dan Muslim.
Padahal mereka memiliki kekuatan militer, sumber daya alam, serta posisi strategis di kancah global.
Namun, sebagian besar justru memilih diam, bahkan ada yang terang-terangan melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.
Inilah yang semakin membuat Zionis merasa leluasa. Mereka tahu tidak ada konsekuensi serius dari negeri-negeri Muslim.
Dunia internasional lainnya pun tak lebih dari kecaman, resolusi PBB yang selalu dimentahkan veto, dan bantuan kemanusiaan yang sifatnya sementara.
Padahal, sejarah telah mencatat, penjajahan tidak akan berhenti hanya dengan donasi uang dan makanan.
Penjajahan hanya bisa dihentikan dengan kekuatan nyata yang mengusir penjajah.
Keterbatasan Solusi Kemanusiaan
Tidak dapat disangkal, aksi solidaritas kemanusiaan adalah bagian dari kepedulian yang mulia. Namun, ia hanyalah *obat penahan rasa sakit*, bukan penyembuh penyakit.































































































Beri Komentar