BANDA ACEH – Kondisi Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, menjadi perhatian wisatawan setelah kembali terdampak serangan pada Sabtu (10/10/2026). Insiden ini mengganggu operasional penerbangan dan membuat penumpang perlu memeriksa kembali jadwal perjalanan sebelum berangkat.
Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) melaporkan serangan tersebut menewaskan 12 orang dan menyebabkan 309 lainnya terluka. Sejumlah korban dilaporkan mengalami luka serius dan mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi dari Yaman itu juga memicu penghentian sementara operasional bandara untuk pemeriksaan kerusakan dan keamanan fasilitas. Situasi ini menjadi perhatian bagi wisatawan yang hendak menuju Riyadh, meninggalkan kota tersebut, maupun melakukan transit melalui ibu kota Arab Saudi itu.
Hingga Minggu (11/10/2026) pukul 10.42 WIB, status pembukaan kembali bandara secara penuh masih perlu dikonfirmasi melalui informasi resmi otoritas setempat. Karena itu, penumpang sebaiknya tidak berasumsi bahwa jadwal penerbangan tetap berjalan normal.
Operasional Bandara Riyadh Sempat Dihentikan
Bandara Internasional King Khalid menjadi sasaran serangan pada Sabtu sore waktu setempat. GACA kemudian menghentikan sementara operasional penerbangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi fasilitas dan memastikan keamanan sebelum kegiatan penerbangan dilanjutkan.
Langkah tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan penumpang, awak pesawat, pekerja bandara, dan pengguna fasilitas penerbangan lainnya.
Namun, penghentian operasional sementara tidak serta-merta memastikan bahwa seluruh layanan bandara masih ditutup pada Minggu. Informasi mengenai pembukaan kembali dan jadwal penerbangan perlu mengikuti pengumuman terbaru dari pengelola bandara serta maskapai.
Bagi wisatawan yang sudah memesan tiket ke Riyadh, informasi tersebut penting untuk menentukan waktu keberangkatan menuju bandara, mengatur perjalanan darat, serta mengantisipasi perubahan jadwal.
Penerbangan Dibatalkan dan Dialihkan
Gangguan operasional Bandara Riyadh berdampak pada perjalanan udara. Sejumlah penerbangan dilaporkan dibatalkan atau dialihkan ke bandara lain setelah serangan tersebut.
Laporan Financial Times dalam bahan pemberitaan awal menyebutkan sebanyak 141 penerbangan dibatalkan atau dialihkan. Sementara itu, laporan lain menyebut jumlah pembatalan mencapai lebih dari 200 penerbangan.
Perbedaan angka tersebut perlu dicermati karena dapat berasal dari waktu pembaruan, periode penghitungan, atau cakupan penerbangan yang berbeda. Oleh karena itu, jumlah penerbangan terdampak belum dapat dipastikan sebagai angka final dalam pembaruan berita ini.































































































Beri Komentar