BANDA ACEH – Pengamat Politik dan hukum Muslim Arbi menyebut Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas), dan Ketua DPR RI Puan Maharani sebagai tiga tokoh yang berpotensi menjadi pengganti Gibran Rakabuming Raka apabila terjadi pergantian wakil presiden di tengah pemerintahan Prabowo Subianto.Menurut Muslim, peluang ketiga tokoh tersebut layak diperhitungkan karena memiliki posisi strategis dalam peta Politik nasional dan dinilai mempunyai hubungan politik yang baik dengan Presiden Prabowo.
Wacana pergantian wakil presiden, kata Muslim, berkaitan dengan polemik mengenai persyaratan pendidikan Gibran yang kembali menjadi sorotan setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dipersoalkan sejumlah kalangan.
“Bahlil Lahadalia, Zulkifli Hasan, dan Puan Maharani potensial menjadi wakil presiden pengganti Gibran. Ketiganya memiliki modal politik masing-masing dan loyalitas terhadap Prabowo dinilai tidak perlu diragukan,” kata Muslim dalam pernyataan kepada wartawan, Sabtu (10/10/2026).
Muslim menilai, apabila polemik mengenai kelayakan Gibran terus berkembang dan berujung pada proses politik yang memungkinkan pergantian wakil presiden, partai-partai pendukung pemerintah akan memiliki peran penting dalam menentukan figur pengganti.
Namun, pergantian wakil presiden bukan perkara yang dapat dilakukan hanya berdasarkan desakan publik atau pernyataan politik. Prosesnya harus mengikuti ketentuan konstitusi dan mekanisme yang berlaku.
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menjadi salah satu nama yang berpotensi masuk dalam perbincangan suksesi wakil presiden. Sebagai pimpinan salah satu partai besar di Indonesia, Bahlil memiliki akses terhadap jaringan politik nasional dan struktur partai yang tersebar di berbagai daerah.
Golkar juga mempunyai pengalaman panjang dalam pemerintahan serta posisi penting dalam koalisi politik. Dukungan partai dapat menjadi modal dalam membangun konsolidasi apabila terjadi perubahan komposisi kepemimpinan nasional.
Bahlil sendiri memiliki latar belakang sebagai pengusaha dan pernah menduduki sejumlah jabatan pemerintahan, termasuk Menteri Investasi/Kepala BKPM sebelum menjabat Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Kedekatan politik dengan pemerintahan Prabowo dapat menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan. Meski demikian, peluang Bahlil untuk menjadi wakil presiden tetap bergantung pada perkembangan politik, sikap partai-partai koalisi, serta mekanisme konstitusional.































































































Beri Komentar