Jika skenario tersebut berkembang, dampaknya tidak hanya menyangkut pergantian figur wakil presiden, tetapi juga berpotensi mengubah keseimbangan hubungan antara pemerintah, parlemen, dan partai-partai politik.
Ketiga nama tersebut memiliki modal yang berbeda. Bahlil mempunyai kekuatan organisasi Golkar dan pengalaman di pemerintahan. Zulkifli Hasan membawa jaringan PAN serta pengalaman di lembaga legislatif dan eksekutif. Sementara itu, Puan Maharani memiliki posisi strategis di DPR sekaligus membawa bobot politik PDIP.
“Dari sisi konsolidasi koalisi, Bahlil dan Zulkifli dapat dipandang sebagai figur dari partai yang berada dalam barisan pendukung pemerintahan Prabowo. Adapun Puan mempunyai nilai strategis tersendiri karena kemungkinan keterlibatannya akan membawa konsekuensi terhadap hubungan PDIP dengan pemerintah,” tegas Muslim.































































































Beri Komentar