UPDATE

ASIAINTERNASIONAL

Sosok Rendi Apriyanto Tentara Bayaran Tewas di Rusia, Pesan Terakhirnya ke Orangtua: Mak…

BANDA ACEH –  Rendi Apriyanto, warga Air Tawak, Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, dikabarkan tewas di Rusia.Rendi Apriyanto diduga merupakan tentara bayaran Rusia yang kini perang melawan Ukraina.

Kabar meninggalnya Rendi sebelumnya sempat beredar dan viral di media sosial hingga grup WhatsApp warga Natuna.

Keluarga Rendi pula membenarkan kabar tersebut.

Pada Selasa (29/9/2026), rumah kediaman orangtua Rendi Apriyanto, Ruskamal (56) dan Eniyanti (51), ramai didatangi sanak saudara serta kerabat yang datang menyampaikan belasungkawa.

Sejumlah kendaraan terlihat terparkir di halaman rumah, sementara keluarga berkumpul di tengah suasana duka menyusul kabar Rendi yang dikabarkan meninggal dunia di Rusia.

Mata ibunya tampak sembab, sesekali air matanya jatuh saat bercerita tentang kisah anaknya kepada kerabat yang datang.

Rendi diketahui sudah meninggalkan Natuna sejak 2022.

Ia sempat bekerja di Batam sebelum kemudian melanjutkan perjalanan ke Jawa dan bekerja di Filipina.

Setelah beberapa tahun merantau, Rendi kemudian berada di Rusia.

Keluarga menyebut Rendi bekerja di bagian logistik setelah direkrut untuk bekerja di Rusia.

Pesan Terakhir Rendi Apriyanto ke Ibunda

Di tengah suasana duka, ayah Rendi, Ruskamal, masih berusaha menceritakan perjalanan terakhir putranya.

Menurut Ruskamal, sebelum kabar duka diterima, Rendi masih sempat berkomunikasi dengan keluarga.

“Ya masih sempat komunikasi. Selama ini pun kami taunya di hanya kerja di Rusia bagian antar logistik. Kalau bagaimana pekerjaannya kami tak tahu pasti,” ungkap Ruskamal.

Bahkan, komunikasi terakhir itu justru meninggalkan pesan yang terus terngiang di kepala keluarga.

Rendi menghubungi keluarganya pada 18 September 2026.

Saat itu, Rendi memberi tahu bahwa dirinya akan dikirim ke garis depan sehingga untuk sementara waktu tidak dapat dihubungi.

“Dia bilang ‘Mak, tak usah risau. Mungkin dalam beberapa waktu ke depan Rendi tak bisa dihubungi karena mau dikirim ke garis depan. Mak doakan saja lah Rendi selamat’,” kenang Eniyanti dengan mata berkaca-kaca.

Pesan tersebut ternyata menjadi salah satu komunikasi terakhir Rendi dengan keluarganya.

Beberapa hari kemudian, keluarga justru mendapatkan kabar mengejutkan dari rekan Rendi yang selamat.

Ruskamal mengatakan, rekan Rendi yang menghubungi keluarga merupakan salah satu orang yang berada dalam rombongan yang sama.

Menurut informasi yang diterima keluarga, sejumlah orang dalam rombongan tersebut menjadi korban serangan drone.

Rekan Rendi yang selamat disebut mengalami luka dan mendapatkan perawatan.

image_print
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.