BANDA ACEH – Presiden Suriah Al-Sharaa bertemu Donald Trump, presiden dari negara yang pernah menghargai penangkapan al-Sharaa dengan imbalan (bounty) sebesar USD 10 juta atau sekitar Rp 167 miliar.
Mengutip situs Kepresidenan Suriah, Kamis (25/9), al-Sharaa yang menjabat sebagai presiden sementara Suriah ini, bertemu Presiden AS Donald Trump dalam sebuah resepsi yang diselenggarakan oleh Trump di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-80 di New York.
Tidak disebutkan tanggal berapa peristiwa itu terjadi, tapi diyakini pada Selasa, 23 September 2025 — hari Trump berpidato di Sidang Majelis Umum PBB.
“Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Ibu Negara AS, Melania Trump,” kata Kantor Kepresidenan Suriah seraya mengunggah foto-foto pertemuan.
Al-Sharaa Pernah Masuk Daftar Teroris
Pertemuan al-Sharaa dengan sejumlah pejabat AS di New York menarik perhatian pemerhati isu internasional.
Mereka mengaitkan dengan bounty atau imbalan/hadiah USD 10 juta yang disediakan Kemlu AS pada 2017 kepada mereka yang memberikan informasi yang berujung pada penangkapan al-Sharaa yang kala itu memakai nama Abu Muhammad al-Julani.
Al-Julani masuk daftar tangkap karena AS menetapkan Jabhat al-Nusra, cabang Al-Qaeda di Suriah, sebagai kelompok teroris.
Dalam perjalanan waktu, al-Julani mengambil langkah strategis dengan memutus hubungan resmi dari Al-Qaeda. Ia menggabungkan Jabhat al-Nusra dengan beberapa faksi pemberontak lainnya untuk membentuk Hayat Tahrir al-Sham (HTS). Perubahan ini bertujuan untuk menjauhkan diri dari label “teroris” Al-Qaeda dan mendapatkan legitimasi yang lebih luas.
Al-Julani kemudian melancarkan serangan besar pada rezim Bashar al-Assad pada awal Desember 2024. Serangan yang dilakukan bersama dengan kelompok-kelompok pemberontak lain ini berhasil menggulingkan rezim al-Assad.
Setelah berhasil menguasai Damaskus, al-Julani menjadi pemimpin de facto Suriah. Dia melepas nama al-Julani dan memakai nama aslinya, Ahmad al-Sharaa.
Bounty USD 10 Juta Dicabut
Adapun status bounty USD 10 juta telah dicabut oleh Amerika Serikat pada akhir Desember 2024 menyusul kemenangan al-Sharaa.
Pencabutan bounty ini merupakan keputusan Politik yang dibuat setelah pejabat AS melakukan pertemuan langsung dengan al-Sharaa.
Pemerintah AS di bawah Trump juga mencabut sejumlah sanksi untuk Suriah. Sanksi itu diterapkan AS saat Suriah di bawah rezim al-Assad.
Pertemuan al-Sharaa dengan Trump di New York ini merupakan pertemuan kedua. Sebelumnya, mereka bertemu saat Trump berkunjung ke Riyadh, Arab Saudi, pada 14 Mei 2025.










































































































