UPDATE

NASIONAL

Nasib Penerima Bantuan Becak Listrik dari Prabowo: Awalnya Dibawa Pulang tapi Ditarik di Tengah Jalan

Hal itu karena lokasi tersebut memiliki gudang yang memadai.

Herman menilai munculnya anggapan bahwa becak diterima BUMDes hanya kesalahpahaman.

Herman juga menyebut proses pembagian berlangsung mendadak. “Sebelumnya kami sudah berkoordinasi dengan pihak desa, yang pada intinya becak tersebut kita rawat dulu,” kata dia.

“Malam ditelpon, paginya harus berangkat ke sana (Pendapa). Setelah dibawa pulang, langsung ramai. Tidak ada woro-woro kalau ada bantuan ini,” sambung Herman.

Herman menjelaskan, di Desa Padakaton terdapat tiga nama penerima becak listrik.

Mereka adalah Muhtadi (55) yang bekerja sebagai harian lepas, Sudrajat (65) yang merupakan staf Bumdes, dan Daklan (57) yang sehari-hari bekerja sebagai pencetak batu bata.

“Kalau Sudrajat memang bekerja di Bumdes, tapi Muhtadi itu harian lepas, bukan anggota Bumdes,” ungkapnya.

Herman menegaskan hingga kini tidak ada warga yang meminta becak tersebut.

Ia menegaskan, disimpannya becak tersebut hanya untuk menghindari kegaduhan di tengah masyarakat atau kecemburuan sosial, lantaran keterbatasan bantuan becak listrik yang diterima oleh pihak desa.

“Sampai hari ini, becak listrik masih di gudang. Tidak ada satupun yang datang ke saya untuk meminta itu,” kata dia.

Herman mengaku akan secepatnya mendistribusikan becak tersebut. “Secepatnya kami akan menyerahkan becak listrik bantuan tersebut ke masyarakat, melihat kondusifitas di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.