Di sisi lain, Inside the Haramain sebuah media daring yang menyajikan informasi seputar Masjidil Haram di Mekkahpada Senin lalu menerbitkan tulisan blog yang mempertanyakan keaslian kain dalam gambar tersebut.
Media itu menyebutkan bahwa berdasarkan tinjauan internal oleh para ahli, mereka tidak meyakini bahwa gambar yang viral tersebut benar-benar menampilkan Kiswah Ka’bah yang asli.
Beberapa kejanggalan disebutkan, mulai dari ukuran kain, bahan, bagian tepi dan pinggiran, hingga pola dan motifnya.
Inside the Haramain merupakan media independen dan tidak berafiliasi dengan pengelola Masjidil Haram maupun pemerintah Arab Saudi.
Kedekatan Ahmed bin Sulayem dengan Epstein
Ahmed bin Sulayem diketahui memiliki hubungan yang cukup lama dengan Epstein, bahkan bertahun-tahun setelah Epstein divonis pada 2008 atas kasus permintaan prostitusi kepada anak di bawah umur.
Sejumlah email antara keduanya berisi pembahasan pengalaman seksual serta komentar tentang perempuan dengan bahasa yang merendahkan.
“Saya sedang pergi untuk mencoba ‘sampel’ perempuan Rusia yang masih segar, 100 persen perempuan, di yacht saya,” demikian bunyi email itu.
Dalam email lain, Sulayem juga sempat membahas tentang wanita asal Ukraina dan Moldova yang dipertemukan dengannya.
“Ngomong-ngomong, perempuan Ukraina dan Moldova itu sudah tiba. Sangat mengecewakan, yang dari Moldova tidak secantik di foto, sementara yang Ukraina sangat cantik.”
Email lain menunjukkan Epstein mengirimkan tautan layanan pendamping di Italia kepada Sulayem, yang kemudian dibalas dengan satu kata: “Wow.”
Dalam email terpisah, Sulayem juga sempat melontarkan lelucon yang menghina jamaah Muslim dengan mengaitkannya dengan terorisme.
“Seorang teman saya pergi ke masjid di Saudi. Dengan begitu banyak teroris, jujur saja kamu tidak bisa membedakan apakah orang di sebelahmu hanya sedang menggaruk kemaluannya atau sedang memainkan tombol detonator!!!,” tulisnya.
Sulayem merupakan salah satu tokoh bisnis paling berpengaruh di Uni Emirat Arab. Ia menjabat sebagai Direktur Utama DP World perusahaan yang berinvestasi di sektor pelabuhan dan infrastruktur di berbagai negara sejak 2016, dan telah menjadi ketua perusahaan tersebut sejak 2007.










































































































