“Kalau kata petugas keamanan sih ada enam mobil. Isinya berapa orang nggak tahu,” ujar Eka.
Ia mengaku tidak berada di lokasi saat kejadian. Informasi yang diterimanya, kedatangan rombongan tersebut tidak menimbulkan kecurigaan karena sama-sama anggota kepolisian
“Karena yang bersangkutan polisi dan yang datang juga polisi, jadi sekuriti nggak terlalu banyak tanya. Kita pikir teman-temannya,” jelasnya.
Tidak ada laporan khusus kepada pengurusnya terkait pengamanan atau kegiatan tertentu di rumah tersebut.
“Memang nggak ada laporan ke saya. Kita juga nggak ada curiga apa-apa. Karena sama-sama polisi,” tambahnya.
Sejak dibawa rombongan polisi, Dian belum kembali ke rumah. Anak-anaknya pun telah dijemput keluarga dari pihak orang tua.
“Setahu saya, besoknya anak-anaknya dijemput sama orang tuanya. Sekarang rumahnya memang kosong,” kata Eka.
Ia pun berharap proses hukum berjalan sesuai ketentuan dan kebenaran dapat terungkap.
“Kalau secara keseharian ya normal-normal saja. Baik-baik saja. Selebihnya kita serahkan ke proses yang berjalan,” tutupnya.
Pesan Aipda Dianita Sebelum Tinggalkan Rumah
Sementara itu, Udi, petugas keamanan mengaku mengenal Dian secara pribadi.
Di matanya, sosok polwan tersebut dikenal baik dan tidak pernah bermasalah dengan warga sekitar.
“Baik,” katanya tegas.
Ia bahkan mengingat pesan terakhir yang disampaikan Dian sebelum meninggalkan rumahnya malam itu.
“Mau berangkat dia sempat bilang, “Pak tolong matiin sanyo ya”,” ujar Udi menirukan ucapan Dian.
Permintaan itu disampaikan saat Dian berada di dalam mobil, tepat di dekat gerbang masuk klaster.
“Di sini, dekat pager masuk. Bilang, ‘Pak, pak, pak tolong matiin mesin air’,” katanya.
Saat itu, kaca mobil dalam keadaan terbuka.
“Di dalem mobil? Iya. Kacanya kebuka? Iya,” pungkasnya.































































































Beri Komentar