UPDATE

NASIONAL

Bukan karena Panic Buying, Anggota DPR Sebut Banyak SPBU Kehabisan Stok

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyebut, pemerintah telah mengambil langkah untuk mengamankan pasokan energi di tengah memanasnya konflik antara Israel-Amerika Serikat dengan Iran.

Menurut Bahlil, pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) telah mengalihkan sumber impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah ke sejumlah negara lainnya.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Sebab, sekitar 20 hingga 25 persen bahan baku minyak mentah Indonesia sebelumnya didatangkan dari kawasan Timur Tengah.

“Kami dengan Pertamina sudah switch dari Middle East kita ambil di Amerika, kemudian dari Nigeria, dan dari Brasil. Jadi tidak perlu ada panic buying,” kata Bahlil di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (6/3/2026).

Oleh karena itu, Bahlil memastikan stok bahan baku aman meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah masih memanas.

“Jadi enggak perlu ada panik, enggak perlu. Suplai lancar,” ungkap Ketua Umum Partai Golkar ini.

Selain minyak mentah, Bahlil juga merinci asal impor produk bensin. Ia menjelaskan bahwa bensin siap pakai tidak diimpor dari kawasan konflik maupun Amerika Serikat.

“Bensin ini tidak kita impor dari Middle East, tidak juga kita impor dari Amerika atau dari Afrika. Impor bensin kita itu dari Singapura sama Malaysia, dan sebagian kita bangun industri kilang kita dalam negeri,” ucapnya. 

Sementara untuk Solar, ia memastikan produksi dalam negeri sudah mampu memenuhi kebutuhan secara penuh.

Produksi tersebut, menurut dia, berjalan terus-menerus sehingga stok tidak hanya bergantung pada cadangan 20 hari, melainkan disuplai secara kontinyu.

Ia menjelaskan, kapasitas tempat penyimpanan (storage) minyak Indonesia sejak dulu memang hanya menampung pasokan selama 25 hari. 

Saat ini, kata Bahlil, realisasi stok yang tersedia berada di angka 23 hari, masih di atas batas aman standar nasional.

“​Nah, standar minimal ketersediaan kita itu untuk standar nasional minimal harus di atas 20 hari. Sekarang minyak kita 23 hari. Jadi itu artinya bahwa standar kepemilikan kita, minyak kita itu aman,” imbuhnya

image_print

1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.