UPDATE

NASIONAL

Bukan karena Panic Buying, Anggota DPR Sebut Banyak SPBU Kehabisan Stok

BANDA ACEH  – Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, meminta pemerintah dan PT Pertamina (Persero) jujur serta transparan mengenai kondisi ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sebenarnya di lapangan.

Mufti menegaskan, fenomena antrean panjang yang terjadi di berbagai daerah tidak bisa semata-mata diklaim sebagai akibat kepanikan masyarakat (panic buying) merespons konflik di Timur Tengah.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

“Faktanya di lapangan berbeda. Kami menemukan di beberapa daerah banyak SPBU yang justru sudah kehabisan stok BBM, bahkan ada yang sampai menutup layanan sementara,” kata Mufti kepada Tribunnews.com, Jumat (6/3/2026).

Menurut Mufti, jika penyebab utamanya hanya kepanikan pembeli, seharusnya stok di tangki SPBU masih tersedia. 

Namun, temuan adanya SPBU yang kosong menandakan adanya masalah pada sisi suplai atau distribusi.

“Jadi antrian panjang itu bukan hanya karena masyarakat khawatir, tetapi juga karena stok di sejumlah SPBU memang kosong,” ujarnya.

Baca juga: Perang AS–Israel vs Iran Memanas, Pramono Minta Warga Jakarta Tak Panic Buying BBM dan Pangan

Menurut dia, hasil kunjungan kerja bersama Pertamina di Surabaya, di mana dilaporkan bahwa ketahanan stok BBM di Jawa Timur aman untuk 20 hari ke depan.

Oleh karena itu, ia mendesak pemerintah untuk tidak menutup-nutupi kondisi sebenarnya. 

Jika stok secara nasional aman namun distribusi tersendat, pemerintah wajib menjelaskan letak permasalahannya. 

Sebaliknya, jika memang ada tekanan pasokan akibat situasi global, hal itu harus disampaikan secara terbuka beserta langkah mitigasinya.

“Kejujuran pemerintah penting, karena rakyat tidak bodoh. Ketika rakyat melihat SPBU tutup dan harus antri berjam-jam, sementara pemerintah mengatakan semuanya aman, maka kepercayaan masyarakat justru bisa berkurang,” tuturnya. 

Lebih lanjut, Mufti meminta pemerintah segera menjelaskan langkah mitigasi konkret, seperti diversifikasi sumber impor atau percepatan distribusi dari terminal BBM lain.

Ia mengingatkan bahwa energi adalah urat nadi perekonomian. Ketidakpastian pasokan BBM akan berdampak langsung pada sektor transportasi, kenaikan harga bahan pokok, dan beban hidup masyarakat.

“Yang dibutuhkan masyarakat saat ini bukan sekadar pernyataan bahwa stok aman, tetapi kepastian bahwa BBM benar-benar tersedia di SPBU dan bisa diakses rakyat tanpa harus antri berjam-jam,” ungkap Mufti. 

Untuk diketahui, saat ini di sejumlah daerah terpantau terjadi antrean kendaraan yang mengular di berbagai SPBU. 

Fenomena panic buying ini dipicu oleh kekhawatiran masyarakat akan potensi kelangkaan stok BBM imbas memanasnya situasi konflik antara Israel-Amerika Serikat dengan Iran.

image_print

1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.