UPDATE

NASIONAL

Kasus Novel Baswedan Kembali Terulang, Kini Aktivis KontraS Disiram Air Keras

BANDA ACEH – Kasus penyiraman air keras seperti yang dialami mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali terulang.

Kali ini kasus penyiraman air keras menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Andrie menjadi korban penyiraman air keras di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) malam.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya membenarkan kejadian tersebut seperti dimuat Tribunnews.com.

Andrie disiram air keras usai menghadiri acara podcast berjudul “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) sekitar pukul 23.00 WIB.

“Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata,” kata Dimas dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).

Dimas mengatakan usai insiden itu, Andrie Yunus pun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Akibat peristiwa tersebut Andirie Yunus mengalami luka bakar 24 persen.

“Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen,” tuturnya.

Dimas melanjutkan dari informasi awal yang diterima, Andrie Yunus awalnya tengah mengendarai sepeda motornya di Jalan Salemba I – Talang, Jakarta Pusat.

Kemudian dua orang pelaku menghampiri secara melawan arah Jalan Talang (Jembatan Talang) dengan mengendarai kendaraan roda dua yakni diduga merupakan motor matic Honda Beat tahun 2016 sampai dengan 2021.

“Pelaku merupakan 2 orang laki-laki yang melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor, masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang,” ucapnya.

Dia menyampaikan ciri-ciri dari terduga pelaku yang pertama yakni mengenakan kaos berwarna kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan helm berwarna hitam.

Pelaku kedua yakni penumpang belakang menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai ‘buf’ berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos berwarna biru tua, dan celana panjang berwarna biru yang dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jeans.

“Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban. Akibat serangan tersebut, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya barang milik korban yang hilang atau dirampas baik saat kejadian maupun setelah peristiwa berlangsung.

“Atas informasi yang kami himpun tersebut, kami menilai bahwa tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM,” ucapnya.

image_print

1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.