UPDATE

DUNIA
INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Perintah Perdana Mojtaba Khamenei Untuk Rakyat Iran: Serukan Balas Dendam ke AS–Israel

BANDA ACEH — Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, untuk pertama kalinya menyampaikan pernyataan resmi sejak memulai masa kepemimpinannya.

Dalam pidato yang disampaikan pada Kamis (12/3/2026), Mojtaba menegaskan sikap keras Teheran terhadap Amerika Serikat dan Israel di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Dalam pidato tersebut, Mojtaba menyerukan pembalasan atas kematian sejumlah warga Iran serta anggota keluarga yang menurutnya menjadi korban serangan musuh.

Ia menilai serangan terhadap Iran tidak hanya menyasar kepentingan strategis negara, tetapi juga kehormatan bangsa.Karena itu, menurutnya, respons militer dianggap sebagai bentuk pembelaan yang tidak dapat ditawar.

Pernyataan tersebut menandai arah kebijakan awal pemerintahan Mojtaba yang cenderung konfrontatif terhadap dua negara yang selama ini menjadi rival utama Iran, yakni Amerika Serikat dan Israel.

Dalam pidato yang disiarkan oleh media pemerintah Iran, ia menyebut bahwa Iran tidak akan tinggal diam menghadapi apa yang ia gambarkan sebagai agresi yang terus berulang.

Selain menyinggung soal pembalasan, Mojtaba juga menyoroti posisi strategis Iran dalam penguasaan jalur energi dunia.Ia menegaskan bahwa penutupan Selat Hormuz dapat digunakan sebagai alat tawar menawar dalam menghadapi tekanan internasional terhadap Iran.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia, yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati jalur sempit tersebut setiap harinya.

Karena itu, setiap ancaman penutupan Selat Hormuz hampir selalu memicu kekhawatiran besar di pasar energi global serta meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan.

Dalam pidatonya, Mojtaba menegaskan bahwa Iran memiliki kemampuan militer dan geopolitik untuk mengontrol wilayah tersebut.

Ia menyebut bahwa penguasaan jalur tersebut bukan sekadar langkah militer, tetapi juga strategi Politik untuk menekan pihak-pihak yang dianggap memusuhi Iran.

Lebih jauh, Mojtaba juga menyatakan bahwa operasi militer Iran di kawasan Teluk Arab akan terus berlanjut.

Ia tidak menutup kemungkinan adanya operasi terhadap negara-negara tetangga yang dinilai memberikan dukungan logistik atau militer kepada Amerika Serikat maupun Israel.

Pernyataan itu memicu kekhawatiran baru terkait meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Sejumlah analis menilai bahwa sikap keras Mojtaba dalam pidato perdananya berpotensi meningkatkan ketegangan regional, terutama jika Iran benar-benar mengambil langkah konkret untuk menutup Selat Hormuz atau memperluas operasi militernya.

image_print

1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.