Sikapnya, kata Macmilan, didorong ideologi, kesombongan, atau khayalan.
Keputusan seperti itu dapat memperluas konflik terbatas menjadi perang yang menghancurkan.
Jalan menuju de-eskalasi
Untuk menurunkan ketegangan, diplomasi sangat penting, kata MacMillan.
“Anda perlu mengetahui tentang pihak lain dan Anda perlu berhubungan dengan mereka,” ujarnya.
Macmilan menjelaskan, komunikasi antarnegara meningkat dari pada fase akhir Perang Dingin.
“Ada banyak contoh di mana orang-orang berkata, tunggu sebentar, ini mulai gila. Mereka mengerti bahwa situasinya menjadi terlalu bergejolak dan mereka perlu menurunkan ketegangan,” ujarnya.
Keberadaan senjata nuklir selalu menjadi pertimbangan dalam kebijakan de-eskalasi ketika kekuatan besar terlibat.
Profesor Maiolo sependapat. “Harus ada pengakuan di Tel Aviv, Washington, dan Teheran bahwa mereka telah mencapai batas kemampuan yang dapat dicapai,” ujarnya.
Maiolo berkata, perang yang berkepanjangan tidak akan “berbuah hasil yang diinginkan” bagi semua pihak.
Akan dibutuhkan semacam pengaturan tentang pencabutan sanksi, pengaturan keamanan, hingga pemahaman tentang posisi Iran dalam politik global.
Maiolo mengatakan, hanya melalui mediasi kekuatan-kekuatan yang terlibat dapat membawa perang ke gencatan senjata, dan kemudian mengubahnya menjadi pengaturan yang lebih langgeng































































































Beri Komentar