Dedikasi itu semakin terlihat ketika ia meninjau masyarakat terdampak banjir di Aceh Tengah. Di tengah keterbatasan akses dan medan yang menantang, Fadhlullah tetap berupaya menjangkau warga, bahkan sempat mengalami insiden terbaliknya rakit penyeberangan di kawasan Pameu. Peristiwa tersebut tidak menyurutkan langkahnya—justru menegaskan komitmennya untuk selalu hadir dan berdiri bersama masyarakat dalam situasi apa pun.
Melalui rangkaian kunjungan yang menjangkau wilayah pantai barat selatan, pantai timur, hingga kawasan tengah Aceh, Fadhlullah terus membangun komunikasi langsung dengan ulama dan masyarakat. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk melihat secara nyata kondisi pembangunan yang masih membutuhkan perhatian.
Kunjungan di Bireuen ini menjadi cerminan komitmen Pemerintah Aceh dalam merawat hubungan historis ulama dan umara, sekaligus memperkokoh fondasi sosial-keagamaan sebagai arah utama pembangunan daerah. []






























































































Beri Komentar