“Kita banyak memperbincangkan bagaimana Aceh dan Belanda bisa bekerja sama, terutama dalam berbagai sektor pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Wali Nanggroe yang didampingi Staf Khusus Dr. Muhammad Raviq.
Dalam diskusi, Wali Nanggroe dan Wakil Dubes Kerajaan Belanda juga turut merefleksikan sejarah panjang hubungan Aceh dan Belanda, termasuk pengalaman pascatsunami 2004 yang menjadi momentum penting kerja sama kemanusiaan dan rekonstruksi di Aceh.
Sebagai tindak lanjut, delegasi Belanda dijadwalkan mengunjungi sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh untuk menilai kebutuhan lapangan sekaligus mengidentifikasi peluang kerja sama lanjutan. []






























































































Beri Komentar