UPDATE

DUNIA
INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Donald Trump Beri Iran Waktu 3 Hari, Ancam Serangan Besar Baru Jika Damai Gagal

Meski demikian, Trump tidak mengungkap detail target maupun bentuk operasi militer yang sebelumnya direncanakan.

Ancaman “Big Hit” Baru terhadap Iran

Situasi memanas kembali setelah Trump pada Selasa malam kembali membuka kemungkinan serangan baru terhadap Iran.

“Saya berharap kita tidak perlu perang. Tapi mungkin kami harus memberi mereka pukulan besar lagi,” ujar Trump.

Ia menambahkan keputusan final akan segera diketahui dalam waktu dekat.

Pernyataan itu mempertegas bahwa meski jalur diplomasi masih dibuka, opsi militer tetap berada di atas meja Gedung Putih.

Iran Ajukan Proposal Perdamaian

Di tengah tekanan AS, media pemerintah Iran melaporkan Teheran telah menyiapkan proposal kesepakatan baru.

Isi proposal itu disebut mencakup:

Penarikan pasukan dari wilayah dekat Iran,

Penghentian perang di semua front termasuk Lebanon,

Kompensasi kerusakan akibat konflik,

Pencabutan sanksi ekonomi,

Penghentian blokade maritim AS.

Namun, pejabat tinggi Iran tetap menegaskan bahwa hak Teheran untuk memperkaya uranium tidak dapat dinegosiasikan.

Sikap keras Iran juga disampaikan Jenderal Ali Abdollahi melalui kantor berita Tasnim News.

“Jika musuh melakukan kesalahan lagi, kami akan menghadapi mereka dengan kekuatan jauh lebih besar dibanding konflik sebelumnya,” tegas Abdollahi.

Iran juga memperingatkan akan membuka front perang baru jika AS kembali melancarkan serangan.

Timur Tengah Kian Membara

Konflik antara AS-Israel melawan Iran yang dimulai sejak 28 Februari 2026 kini semakin meluas dan memicu ketegangan regional.

Iran dan kelompok sekutunya di Irak dilaporkan beberapa kali melancarkan serangan drone ke negara-negara Teluk Arab.

UEA bahkan baru-baru ini menuding Iran berada di balik serangan drone dan rudal meski gencatan senjata sempat diumumkan.

Pada Minggu lalu, sebuah serangan drone memicu kebakaran di dekat satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir milik UEA. Pemerintah Emirat menyebutnya sebagai “serangan teroris tanpa provokasi.

Harga Minyak Melonjak Tajam

Ketegangan di kawasan Teluk juga mulai mengguncang ekonomi global.

Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz dilaporkan terganggu sejak awal konflik. Jalur strategis pengiriman minyak dunia itu kini mengalami pembatasan lalu lintas.

Dampaknya, harga minyak mentah Brent melonjak menembus 110 dolar AS per barel. Harga bensin di Amerika Serikat juga terus naik dan kini rata-rata berada di atas 4,50 dolar AS per galon.

Kondisi ini mulai memicu tekanan Politik domestik terhadap Trump.

Sejumlah survei terbaru menunjukkan hampir dua pertiga warga Amerika menilai perang melawan Iran sebagai keputusan yang salah. Sementara lebih dari separuh warga mengaku kenaikan harga bahan bakar telah menjadi beban ekonomi serius.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.