Ia menyebut sikap semacam itu sebagai politik dua kaki yang tidak mencerminkan etika politik yang baik.
“Jangan memposisikan diri sebagai penyeimbang, tetapi ketika program pemerintah yang bagus diapresiasi juga ingin mendapatkan poin,” tuturnya.
Politikus Partai Golkar itu menilai, masyarakat membutuhkan kejelasan sikap dari para partai politik. Baginya, konsistensi merupakan bagian penting dari pendidikan demokrasi bagi publik.
“Silakan berbeda pandangan dan memberi kritik, tetapi jangan sampai publik menangkap kesan adanya ambiguitas sikap politik. Konsistensi jauh lebih mendidik bagi rakyat dibanding sikap yang berubah-ubah mengikuti situasi,” urai Misbakhun.
Meski demikian, ia tetap mendorong seluruh kekuatan politik untuk mengedepankan semangat kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.
Menurutnya, persoalan nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan saling menyalahkan, melainkan membutuhkan kontribusi pemikiran dan solusi dari semua pihak.
“Politik dengan wawasan kebangsaan dimana nilai-nilai kepentingan nasional harus di prioritaskan daripada kepentingan politik praktis populis,” pungkasnya































































































Beri Komentar