BANDA ACEH – Banyak orang kerap menganggap perubahan emosi atau pola tidur sebagai hal biasa akibat kelelahan. Namun, jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, hal itu bisa menjadi sinyal awal gangguan kesehatan mental yang perlu mendapat perhatian.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengingatkan masyarakat pentingnya mengenali tanda-tanda awal gangguan jiwa. Menurut dia, gangguan kesehatan mental dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius apabila gejalanya tidak dikenali dan ditangani sejak dini.
“Teman-teman sekalian, yang berbahaya bukan saja hanya gangguannya, tetapi karena ketika kita tidak mengenali, maka gangguan jiwa itu akan berkembang,” kata Dante dalam Temu Media di RS Soeharto Heerdjan, Jumat (4/9/2026).
Dante menjelaskan terdapat tiga indikator utama yang perlu diperhatikan, yakni perubahan fisik, perubahan suasana hati atau emosi, serta kecemasan berlebihan.
1. Perubahan Fisik dan Pola Tidur
Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah perubahan kondisi fisik, terutama terganggunya pola tidur. Seseorang dapat mengalami kesulitan tidur atau perubahan pola istirahat yang berlangsung berulang.
“Yang muncul dalam bentuk fisik itu yang paling sering ada gangguan pola tidur. Nah, kalau tidurnya udah keganggu, udah susah tidur, nah hati-hati,” katanya.
Selain gangguan tidur, perubahan fisik dapat berupa tubuh yang sering terasa lemas hingga perubahan berat badan secara drastis. Kondisi tersebut bisa terjadi karena seseorang kehilangan nafsu makan atau justru makan berlebihan sebagai bentuk pelampiasan.
“Kemudian merasa lemas berulang, kemudian perubahan berat badan yang tadinya gemuk kok menjadi kurus karena dia nggak mau makan, atau dari kurus jadi gemuk karena dia makan terus sebagai pelampiasan depresinya, itu juga jangan-jangan gangguan jiwa,” katanya.
2. Suasana Hati Berubah Tajam
Tanda kedua adalah perubahan suasana hati atau mood secara tajam dalam waktu relatif singkat. Kondisi ini dapat membuat seseorang menjadi lebih sensitif dan mudah tersinggung terhadap berbagai hal yang sebenarnya sederhana.
“Terus emosi, emosi ini gampang tersinggung, dikit-dikit baperan, lihat medsos baper, lihat sekelilingnya temannya dapat promosi dia baper, diomongin dikit sama bosnya dia baper. Nah itu, itu suasana hati yang berubah secara tajam dalam waktu beberapa saat itu juga merupakan gangguan jiwa,” katanya.
Perubahan emosi tersebut perlu diperhatikan terutama jika terjadi berulang dan mulai mengganggu aktivitas maupun hubungan seseorang dengan orang-orang di sekitarnya.




































































































Beri Komentar