“Karena itu berkaitan dengan perintah Presiden Prabowo Subianto yang bertekad memberantas mafia Bea Cukai yang diduga telah berlangsung lama. Jaksa harus memanggil mereka,” ujarnya, yang tidak dijawab oleh jaksa KPK.
Di akhir sidang, suasana kembali memanas.
Faizal memprotes penyitaan peralatan studio podcast yang dikaitkan dengan perkara tersebut. Ia mempertanyakan dasar hukum penyitaan apabila barang tersebut menurut keterangannya merupakan pemberian pribadi.
“Kalian tidak pantas jadi jaksa. Jaksa sudah terbukti merampok hak hubungan sosial. Status barangnya bagaimana? Itu bukan uang hasil korupsi. Itu pemberian pribadi. Kalau tidak dikembalikan, rumah Pak Hakim, rumah Pak Jaksa akan didatangi rakyat. Menanyakan dari mana Anda belanja itu semua. Itu hubungan sosial. Status barangnya ada rampok lho, penipu,” tegas Faizal kepada para jaksa.
Hakim nampak terburu-buru ingin mengakhiri sidang dan meminta Faizal meninggalkan ruang sidang karena pemeriksaannya telah selesai.
Namun, Faizal terus menyampaikan keberatannya.
Situasi memanas hingga hakim akhirnya menskors persidangan agar kondisi kembali kondusif. Faizal menegaskan dan meminta hakim menegakkan hukum.
Sebelum meninggalkan ruang sidang, Faizal kembali melontarkan kritik keras terhadap jaksa.
“Merdeka! Kita akan datang ke pengadilan lagi untuk menuntut hak-hak kita. Jaksa-jaksa nakal ini. Kalian merasa paling malaikat,” serunya, yang disambut teriakan “Merdeka!” dari pengunjung.
































































































Beri Komentar