UPDATE

NASIONAL

Berlliana Lovell Somasi Amat Jelangskuy Imbas Pelecehan Seksual saat Live TikTok

Berlliana Batal Hadiri Pekerjaan akibat Tekanan Psikis

Dampak kejadian tersebut, menurut pihak manajemen, juga mulai mengganggu pekerjaan Berlliana. Nanda Persada selaku perwakilan manajemen menyebut tekanan psikis yang dialami Berlliana membuatnya terpaksa membatalkan agenda profesional.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Nanda menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak bisa dianggap selesai hanya dengan permintaan maaf melalui media sosial. Menurutnya, dampak yang dialami Berlliana perlu menjadi perhatian pihak yang bersangkutan.

“Hari ini sebenarnya Berlliana punya kegiatan pekerjaan yang akhirnya dia tidak bisa datang ke acara itu. Karena apa? Ya karena tekanan psikis,” ujar Nanda Persada.

Dia menambahkan bahwa kejadian tersebut berpotensi menimbulkan kerugian materiil maupun imateriil bagi Berlliana.

“Artinya ada kerugian materi dan inmateriil di sini. Nah ini harus disadari oleh yang bersangkutan ini, oknum-oknum ini, gitu. Jadi enggak sesepelenya itu ya, minta maaf di sosmed selesai,” pungkasnya.

Berlliana Sebelumnya Ajak Korban Pelecehan Berani Speak Up

Sebelum mengumumkan somasi, Berlliana lebih dahulu mengungkapkan kekecewaannya melalui Instagram. Dia merasa tidak dihargai sebagai perempuan setelah percakapannya dengan Amat saat LIVE TikTok.

Dalam interaksi tersebut, Amat mengatakan suasana hatinya sedang tidak bagus. Ketika Berlliana bertanya alasannya, Amat menjawab, “Karena belum diemutin sama kakak.”

Ucapan tersebut dipersoalkan Berlliana karena dinilai merendahkan dirinya sebagai perempuan. Dia kemudian meminta Amat memberikan penjelasan dan menyampaikan permintaan maaf.

Berlliana juga menyampaikan pesan kepada orang-orang yang pernah mengalami kejadian serupa agar tidak takut berbicara atau speak up. Dia menegaskan bahwa mengungkapkan pengalaman pelecehan bukanlah aib dan bukan tindakan berlebihan.

Menurut Berlliana, tindakan yang melecehkan tidak seharusnya dianggap sebagai candaan. Pesan itu disampaikan sebagai pengingat agar pengalaman korban tidak disepelekan.

Kini, persoalan tersebut memasuki tahap somasi dengan tenggat waktu 3×24 jam. Tim Berlliana menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum berikutnya apabila tidak ada iktikad baik dari pihak Amat untuk menyelesaikan masalah tersebut

image_print

1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.