Ia juga meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) serta Kementerian Keuangan menelusuri dugaan aliran dana hasil eksploitasi sumber daya alam Indonesia yang disimpan di luar negeri.
“Saya mendesak evaluasi menyeluruh. Nasionalisasi dan cabut izin perusahaan Malaysia di Indonesia yang terkait sumber daya alam yang merusak hutan. Saya juga mendesak PPATK dan Kementerian Keuangan untuk membuka data, berapa besar dana hasil eksploitasi sumber daya alam Indonesia yang dilarikan dan disimpan di Malaysia dan Singapura. Biar rakyat tahu,” tegasnya.
Firman menambahkan, Indonesia memiliki peran penting dalam hubungan ekonomi dan sosial di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, ia meminta semua pihak menjaga hubungan bilateral dengan mengedepankan sikap saling menghormati dan menghargai kepentingan nasional masing-masing.
Menurutnya, semangat persaudaraan antara Indonesia dan Malaysia tidak semestinya hanya menjadi slogan ketika muncul persoalan, tetapi harus tercermin dalam sikap dan tindakan kedua belah pihak.
“Jangan kalau ada masalah selalu mengklaim bangsa serumpun, tetapi kelakuannya merampok kekayaan alam serumpunnya sendiri,” pungkas Firman































































































Beri Komentar