Djarot menilai program dengan anggaran besar seharusnya memiliki konsep yang jelas, terukur, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Karena itu, ia meminta pemerintah melakukan evaluasi mendasar terhadap pelaksanaan Koperasi Merah Putih.
Di sisi lain, ia turut menyoroti persoalan pengangguran yang dinilai masih membutuhkan penanganan serius. Ia juga mengkritik maraknya kasus korupsi yang menyeret berbagai institusi.
“Termasuk satu lagi, tindak pidana korupsi. Hampir semua institusi terkena korupsi,” jelasnya.
Djarot menegaskan, berbagai persoalan tersebut menunjukkan bahwa kondisi Indonesia belum sepenuhnya baik-baik saja setelah dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Lebih jauh, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menyinggung gejolak pasar keuangan, termasuk anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang disebutnya telah melemah hingga menembus Rp18.000 per Dolar AS.
“Oleh sebab itu, menurut hemat saya, dua tahun ini kondisi kita sedang tidak baik-baik saja,” pungkasnya.































































































Beri Komentar