UPDATE

NASIONAL

Unit 4000 IRGC Iran Dituduh Mau Serang Tanjung Priok, Ahlulbait Indonesia Bantah Tokohnya Terlibat

BANDA ACEH  – Ahlulbait Indonesia (ABI) menyampaikan hak jawab setelah nama petinggi dan anggotanya disebut dalam pemberitaan tentang Unit 4000 Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang dituduh akan melakukan operasi di wilayah Asia Timur. Dalam pemberitaan itu disebutkan bahwa pelabuhan Tanjung Priok di Indonesia menjadi salah satu target.ABI mempertanyakan pengaitan Ketua Umum Ustaz Zahir Yahya, dan Anggota Dewan Syura Ustaz Abdullah Assegaff dengan dugaan operasi Unit 4000 IRGC.

Pemberitaan tersebut merujuk pada laporan Iran International yang ditulis Mojtaba Pourmohsen pada 31 Agustus 2026 berjudul “IRGC Unit 4000 plans attacks on shipping in East Asia, sources say”.

Sindonews ikut mengulas pemberitaan itu dengan judul “Unit 4000 IRGC Iran Disebut Targetkan Tanjung Priok Indonesia, Benarkah?” Ulasan tentang Tanjung Priok disebutkan dalam pemberitaan Iran International, di mana tokoh-tokoh penting ABI disebut di dalamnya. Pengaitan nama-nama tokoh inilah yang dipertanyakan ABI.

“Laporan itu mengutip sumber yang identitasnya tidak dibuka dan mengaitkan Zahir Yahya serta Abdullah Saqqaf, nama yang digunakan dalam laporan tersebut untuk Abdullah Assegaff, dengan dugaan perekrutan calon agen Unit 4000,” kata ABI dalam hak jawabnya yang diterima Sindonews.

Dalam pemberitaan yang beredar, Zahir Yahya dikaitkan dengan peran sebagai perantara yang memperkenalkan calon agen kepada Unit 4000, sementara Abdullah Saqqaf disebut sebagai tokoh Indonesia lain yang dikaitkan dengan perekrutan tersebut.

“ABI memandang persoalan ini dengan serius. Ketika nama seseorang dikaitkan dengan dugaan operasi intelijen asing, persoalannya bukan semata-mata apakah nama tersebut pernah disebutdalam sebuah laporan, melainkan apa dasar faktual yang menghubungkannya dengan tindakan yang dituduhkan,” lanjut ABI.

ABI menyayangkan bahwa pemberitaan tersebut tidak terlebih dahulu memberikan kesempatan kepada Ustaz Zahir Yahya dan Ustaz Abdullah Assegaff untuk memberikan konfirmasi atau keterangan. “Dalam pemberitaan yang berpotensi memengaruhi nama baik seseorang dan reputasi organisasi, konfirmasi merupakan bagian penting dari tanggung jawab jurnalistik,” imbuh ABI.

Penyebutan Nama Bukan Bukti Keterlibatan

Laporan Iran International menyatakan bahwa informasi tersebut berasal dari sumber yang identitasnya tidak dibuka. Namun, dalam materi yang dipublikasikan kepada masyarakat, tidak diperlihatkan dokumen, komunikasi, transaksi, tindakan operasional, ataupun fakta lain yang dapatdiperiksa secara independen untuk menjelaskan hubungan kedua tokoh tersebut dengan tindakan

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.