BANDA ACEH – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid ternyata telah mundur dari kepengurusan DPP Partai Golkar. Hal tersebut dibenarkan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji.
Menurut Sarmuji, Nusron telah menyampaikan langsung pengunduran diri itu ke Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia.
“Ya benar, Mas Nusron menyampaikan langsung ke Ketua Umum,” kata Sarmuji kepada wartawan, dikutip Minggu (20/9/2026).
Sarmuji menyebut, pengunduran diri tidak dilakukan baru-baru ini. Nusron telah mundur sejak lebih dari enam bulan lalu.
“Sudah agak lama, mungkin lebih enam bulan lalu,” tambah Sarmuji.
Meski tidak berada dalam jajaran pengurus partai berlambang pohon beringin itu, Nusron tetap anggota Partai Golkar.
“Kemungkinan Pak Nusron berkonsentrasi ke urusan yang lain tetapi masih punya komitmen untuk tetap berada di Partai Golkar,” katanya.
Sebelumnya, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka suara usai anak buahnya terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait suap Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor. Dia menegaskan akan kooperatif mendukung proses hukum tersebut.
“Pertama, kami menghormati apa yang diproses oleh aparatur penegak hukum, dalam hal ini KPK. Kami juga akan mengikuti dan membantu proses yang ada,” ujar Nusron, Jumat (18/9/2026).
Nusron meminta seluruh jajaran ATR/BPN tetap solid menjalankan tugas. Dia memastikan proses hukum yang berlangsung tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat










































































































Beri Komentar