UPDATE

NASIONAL

‘Rocky Gerung Jadi Duta Penguasa ke Kampus, Mahasiswa Terancam Jadi Ternak Politik Kekuasaan’

BANDA ACEH – Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto melontarkan kritik terhadap Rocky Gerung yang dinilainya kini menjadi duta penguasa ke kampus-kampus. Gigin menilai kehadiran Rocky di lingkungan perguruan tinggi berpotensi menjadi sarana untuk memengaruhi cara berpikir mahasiswa demi kepentingan Politik kekuasaan, Ahad (25/10/2026).Gigin bahkan menggunakan istilah keras dengan menyebut mahasiswa berpotensi dijadikan “ternak politik kekuasaan” melalui proses yang ia gambarkan sebagai pencucian otak.

Pernyataan tersebut menyoroti persoalan independensi kampus sebagai ruang intelektual yang semestinya terbuka bagi pertukaran gagasan, perdebatan kritis, dan kebebasan akademik.

Menurut kritik Gigin, kampus tidak seharusnya menjadi tempat untuk membentuk mahasiswa agar mengikuti kepentingan politik pihak tertentu. Perguruan tinggi justru diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berani menguji kebijakan pemerintah, mempertanyakan kekuasaan, serta menyampaikan kritik berdasarkan argumentasi dan data.

Kehadiran tokoh publik di kampus, termasuk mereka yang memiliki pandangan politik tertentu, memang dapat menjadi bagian dari dinamika diskusi akademik. Namun, persoalan muncul apabila forum pendidikan dinilai digunakan untuk membangun dukungan politik tanpa memberikan ruang yang memadai bagi perbedaan pendapat.

Kritik Gigin juga mengingatkan pentingnya mahasiswa menjaga kemandirian berpikir di tengah persaingan kepentingan politik. Mahasiswa memiliki tradisi panjang sebagai kelompok intelektual yang ikut mengawasi jalannya pemerintahan dan menyuarakan aspirasi masyarakat.

Karena itu, setiap gagasan yang disampaikan tokoh publik di lingkungan kampus semestinya diuji secara kritis, bukan diterima begitu saja. Mahasiswa perlu membandingkan argumen, memeriksa fakta, dan menilai kebijakan berdasarkan dampaknya bagi masyarakat.

Meski demikian, penilaian bahwa Rocky Gerung menjadi duta penguasa dan berupaya mencuci otak mahasiswa merupakan kritik Gigin yang memerlukan penjelasan serta bukti pendukung. Tanpa informasi mengenai forum, materi pembicaraan, dan pernyataan spesifik yang dipersoalkan, tuduhan tersebut belum dapat diperlakukan sebagai fakta yang terverifikasi.

Belum terdapat pula tanggapan Rocky Gerung dalam bahan informasi yang tersedia untuk berita ini.

Perdebatan tersebut pada akhirnya mengangkat pertanyaan mendasar mengenai posisi kampus dalam kehidupan demokrasi: apakah perguruan tinggi tetap menjadi ruang pembentukan nalar kritis yang independen, atau justru menjadi arena perebutan pengaruh politik?

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.