BANDA ACEH – Ini lah alasan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri mempertimbangkan akan membawa ke jalur hukum pihak-pihak yang mengaitkan keduanya dengan kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Santer dikabarkan isu tudingan ijazah palsu Jokowi digawangi oleh orang besar dan berkaitan dengan egenda Politik.
Sejumlah pihak lalu melayangkan tudingan itu kepada SBY yang diduga memiliki agenda politik untuk menaikkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk Pilpres 2029.
Bahkan ada juga yang mengaitkan dengan Megawati yang dituding sakit hati ke Jokowi saat Pilpres 2024.
Kabar ini pun lalu ditanggapi kubu SBY dan Megawati.
SBY Siap Layangkan Somasi
Politikus Partai Demokrar, Andi Arief menyebut SBY sangat terganggu dengan isu tersebut.
SBY disebut telah mempertimbangkan menempuh jalur hukum bagi pihak yang memfitnahnya.
“Saya bertemu dengan Pak SBY beberapa hari lalu, Pak SBY cukup terganggu dengan isu ini karena tidak benar yang disebutkan Pak SBY berada di balik isu ijazah palsu ini,” kata Andi dikutip dari video yang diunggah di akun X pribadinya, Rabu (31/12/2025).
Andi menuturkan bahkan SBY turut dituduh telah berkolaborasi dengan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri untuk memunculkan isu bahwa ijazah milik Jokowi adalah palsu.
Ia menegaskan tuduhan tersebut tidak benar. Dia juga mengatakan hubungan SBY dan Jokowi baik-baik saja.
“Atau bahkan disebut Pak SBY berkolaborasi dengan Bu Megawati dalam mengungkap (isu) ijazah palsu Pak Jokowi ini. Jadi sama sekali itu tidak benar.
“Hubungan Pak SBY dan Pak Jokowi selama ini juga baik,” ujar Andi.
Andi menuturkan jika fitnah tidak dihentikan, maka SBY mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum.
Sehingga, dia berharap fitnah mengaitkan SBY dengan kasus dugaan ijazah Jokowi agar dihentikan.
“Kalau juga tidak dihentikan, ada kemungkinan Pak SBY akan mengambil langkah hukum dengan pertama memberikan somasi kepada orang-orang yang membuat fitnah tersebut dan terbuka kemungkinan untuk menempuh proses hukum,” tuturnya.
Lebih lanjut, Andi menambahkan bahwa SBY kini sudah tidak berfokus lagi di dunia politik tetapi menekuni seni lukis dan mengurus klub voli, Lavani.
“Hari-hari politik (di Partai Demokrat) kan sudah dipimpin oleh Mas AHY (Agus Harimurti Yudhoyono),” katanya.
Megawati tak beri perintah, tapi kader bergerak
Sama halnya dengan SBY, Megawati juga siap mempertimbangkan langkah hukum.
Politikus PDIP, Guntur Romli mengatakan pertimbangan upaya hukum muncul karena Megawati dan PDIP merasa dirugikan atas tuduhan yang muncul tersebut.































































































Beri Komentar