UPDATE

Salam.life
NASIONAL
NASIONAL

DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih Disetop Usai 5 Peserta Tewas

BANDA ACEH – Komisi I DPR mendesak agar kegiatan latihan dasar militer (latsarmil) Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KMNP) distop.Itu setelah lima peserta didapati meninggal di tengah program latsarmil. penghentian harus dilakukan untuk mencegah bertambahnya korban.

Anggota Komisi I DPR Oleh Soleh mendesak Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk menghentikan latsarmil dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Menurut dia, fakta bahwa sudah ada 5 peserta yang meninggal dunia tidak boleh dibiarkan begitu saja.

”Peristiwa meninggalnya lima orang calon manajer Kopdes Merah Putih ini merupakan masalah yang sangat serius. Jangan anggap enteng nyawa manusia yang meninggal,” kata Oleh, dikutip Minggu (28/6).

”Karena itu saya mendesak Kementerian Pertahanan menghentikan sementara pelaksanaan latsarmil dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut,” lanjutnya.

Oleh menekankan bahwa para peserta adalah putra-putri terbaik bangsa yang memiliki semangat untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi masyarakat melalui program Kopdes Merah Putih.

Untuk itu, setiap kejadian yang menyebabkan hilangnya nyawa mereka harus menjadi perhatian serius dan tidak boleh dianggap sebagai hal biasa.

Legislator dari PKB itu juga meminta perbaikan total terhadap sistem pembinaan dan pelatihan kepada calon manajer Kopdes Merah Putih.

Menurut dia, pendekatan pelatihan harus disesuaikan dengan latar belakang peserta yang merupakan masyarakat sipil, bukan prajurit militer.

”Mereka adalah masyarakat sipil sehingga pelatihan fisik yang dilakukan tidak boleh terlalu berat. Mereka bukan tentara dan tentu kemampuan fisiknya tidak sama dengan prajurit yang telah menjalani pendidikan kemiliteran,” bebernya.

Berdasar data dari Kemhan, 5 korban meninggal dunia terdiri atas Yonanda Muhammad Taufiq (meninggal 17 Juni), Anisa Muyassaroh (meninggal 18 Juni), Novia Rahmadhani Sihotang (meninggal 22 Juni), Muhammad Rifki Renaldi Gunawan (meninggal 26 Juni), dan Nola Dya Sari (meninggal 26 Juni).

Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin turut memberi atensi pasca 5 peserta latihan dasar militer (latsarmil) meninggal dunia di tengah pendidikan.

Sjafrie memerintahkan penyelenggara latsarmil menyesuaikan intensitas kegiatan berdasar pada kondisi masing-masing peserta.

Keterangan itu disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia dalam konferensi pers di Kantor Kemhan pada Sabtu (27/6).

image_print
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.