“Semuanya kami yakini sebagai bidang-bidang usaha yang akan mendatangkan manfaat dan keuntungan yang besar, tidak hanya buat kami sebagai entitas bisnis yang menjalankannya, tapi juga buat semua stakeholders kami, termasuk masyarakat luas,” kata Bobby.
Untuk memuluskan jalan, Perseroan telah menggandeng mitra sekaligus pemilik teknologi di bidang pengelolaan lingkungan dari Eropa, yakni Suez Group. Terkait pembiayaan, Perseroan akan memanfaatkan sumber-sumber dari lender luar negeri yang memang sedang mencari portofolio bisnis berbasis energi bersih atau ramah lingkungan.
“Tahun ini kami akan menyasar beberapa proyek infrastruktur hijau. Sedikitnya ada dua atau tiga proyek yang sedang diincar dan dibicarakan. Kontrak-kontrak dalam beberapa bulan ke depan mungkin sudah akan jalan. Tidak hanya sebagai kontraktor tapi bisa juga investing atau financing. Kami akan mencoba terobosan-terobosan untuk memanfaatkan dana puluhan triliun dari Jerman untuk infratruktur hijau. Sudah ada beberapa project yang masuk dalam rencana bisnis Perseroan,” kata Bobby.
Tak tanggung-tanggung, transformasi bisnis Perseroan juga ditandai dengan perombakan jajaran pengurusnya, mengangkat Hariyadi BS Sukamdani sebagai Komisaris Utama, sekaligus memposisikan artis Cinta Laura Kiehl sebagai Komisaris.
“Surprise, kami juga menempatkan artis dan selebriti ternama Cinta Laura sebagai salah seorang Komisaris di Perseroan,” kata Bobby.
Menurut dia, urusan lingkungan, EBT dan bahkan urusan sampah dan limbah, menuntut kepedulian segala lapisan masyarakat.
“Termasuk kaum milenial, kalangan artis dan selebritas,” ujarnya.
Cinta Laura adalah salah seorang artis ternama lulusan Universitas Columbia, New York, Amerika Serikat. Cinta Laura belum lama ini diundang untuk berpidato di Gedung MPR-RI. Ia hadir sebagai satu-satunya perwakilan perempuan generasi muda dalam rangka peringatan Hari Pancasila pada awal Juni lalu.
































































































Beri Komentar