Karena skenario kejahatan ini kan dibuatnya di ruang Kapolri. Yaitu melalui plan A, plan B, plan C. Jadi ketika gagal plan a, pindah ke plan b. yang dikenariokan oleh staf Kapolri.
“Ini kan yang mebuat novelnya itu atau komiknya itu kan sudah mundur. Ini juga yang membuat rekan saya Patra M Zen terkena prank karena dia membaca komik karena tidak bertemu dengan Ibu Putri. Dia begitu yakin dengan membaca komik yang rancangan staf ahli Kapolri ini maka dia yakin terjadi pelecehan karena dia bilang saya ini lulusan International Essex University. Maka ini terjadi pelecehan, ini terjadi kekerasan seksual. Hanya karena baca komik,” urainya.
Kamaruddin akan memberikan bukti yang lebih hebat lagi. Dia mengungkapkan kronologisnya, pembunuhan tanggal 8 Juli, laporan tanggal 8 Juli, SPDP tanggal 8 Juli perintah penyidikan tanggal 8 Juli.
“Kayak malaikat orang ini bisa ‘brok’ langsung jadi gitu lho. Sedangkan kita lapor polisi 5 tahun pun masih lidik. Bahkan saya pernah temukan di Dirtipidum Polri 9 tahun lidik. Karena yang dilapori ini pengusaha terkaya 20 di Indonesia saya bela. Maka ketika saya tegur kepada Dirtipidum. Hei kau jangan bikin malu orang Batak ya. SP3 saya bilang, makanya SP3,” ujarnya.































































































Beri Komentar