BANDA ACEH – Video seorang bocah menangis sendirian di dalam tenda saat ditinggal orang tuanya melakukan pendakian menuju puncak atau summit di Gunung Prau, Jawa Tengah, viral di media sosial.
Daftar Isi
Peristiwa yang terjadi pada Kamis (15/10/2026) itu menuai sorotan warganet.
Dalam video yang beredar, bocah tersebut terlihat menangis di dalam tenda. Tangisannya terdengar oleh pendaki lain yang berada di sekitar lokasi hingga akhirnya menghampiri dan membantu anak tersebut.
Pendaki yang menolongnya mengaku heran melihat seorang anak kecil ditinggalkan di tenda ketika orang tuanya melakukan pendakian menuju puncak.
Rekaman itu kemudian diunggah ke TikTok dan menyebar luas. Banyak warganet mempertanyakan keputusan orang tua meninggalkan anaknya di tenda saat melakukan summit.
Setelah video tersebut menjadi perbincangan, pengelola Gunung Prau melalui akun Instagram @prau_mountain memberikan informasi terbaru terkait kejadian tersebut.
Orang tua bocah itu diketahui mendatangi basecamp pada Sabtu (17/10/2026) untuk menyampaikan permohonan maaf sekaligus memberikan klarifikasi.
Dalam video klarifikasi yang dibagikan, sang ayah mengakui kelalaiannya dalam menjaga anak.
Dia juga meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan maupun prihatin atas peristiwa tersebut.
“Saya selaku orang tua di video tersebut ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelalaian saya dalam menjaga anak saya,” ujar sang ayah.
Dia mengaku kejadian tersebut menjadi pelajaran penting agar lebih berhati-hati dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya.
“Ini jadi pembelajaran buat saya untuk menjaga anak-anak saya dengan lebih baik lagi,” katanya.
Sang ayah juga menyampaikan terima kasih kepada pendaki yang telah membantu anaknya ketika menangis sendirian di dalam tenda.
Dia menyadari kejadian tersebut menjadi teguran bagi dirinya sebagai orang tua.
“Dan saya ucapkan terima kasih kepada kakaknya yang telah menjaga anak saya. Dengan kejadian ini menjadi teguran saya selaku orang tua,” ujar dia.
Di akhir klarifikasinya, sang ayah kembali menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menjadi perhatian publik tersebut.
Kronologi Bocah Ditinggal di Tenda Gunung Prau
Melalui unggahan di Instagram @prau_mountain, pihak basecamp turut menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan keterangan orang tua bocah tersebut.
Sebelum ditinggalkan untuk melakukan summit, anak itu disebut sedang tidur. Orang tuanya kemudian menitipkan sang anak kepada seorang teman yang mendirikan tenda di sebelahnya.
Namun, ketika bocah tersebut terbangun dan mulai menangis, teman yang dititipi disebut sedang tertidur. Akibatnya, tangisan anak itu tidak segera mendapat respons hingga akhirnya terdengar oleh pendaki lain yang kemudian datang memberikan pertolongan.
Pihak basecamp juga mengungkapkan bahwa orang tua bocah tersebut meminta video yang telanjur viral segera dihapus atau diturunkan dari media sosial (take down).
Bahkan, berdasarkan keterangan dalam unggahan tersebut, orang tua bocah itu menyatakan akan menempuh jalur hukum apabila video anaknya tidak segera diturunkan.
Pengelola Gunung Prau Ingatkan Pendaki Jaga Keselamatan
Menanggapi kejadian tersebut, pengelola Gunung Prau mengingatkan bahwa ranger dan petugas tidak dapat mengawasi setiap pendaki satu per satu.
Karena itu, setiap pendaki diharapkan memahami ketentuan yang berlaku dan bertanggung jawab atas keselamatan anggota kelompoknya.
Pengelola juga mengimbau para pendaki untuk membaca serta memahami formulir larangan yang diberikan saat melakukan registrasi.
Selain aturan tertulis, terdapat norma dan kebiasaan dalam kegiatan pendakian yang harus dipahami dan dipatuhi.
Salah satu hal yang ditekankan adalah pentingnya menjaga kebersamaan dan tidak meninggalkan anggota rombongan tanpa memastikan keselamatannya.
“Jangan pernah meninggalkan anggota pendakianmu!” demikian pesan yang disampaikan pengelola melalui unggahan tersebut































































































Beri Komentar