“Ini sudah kayak lautan sampah,” kata Dedi Mulyadi.
“Ini lebih banyak dibanding dulu,” ucap Dedi Mulyadi sambal menutup hidungnya.
“Kalau dulu saya sekitar 30 truk, ini perkiraan saya 50 truk,” tutur Dedi Mulyadi.
“Sampah menumpuk, sudah kayak lautan sampah,” kata Kang Dedi Mulyadi seperti dikutip dari unggahan di akun instagramnya Kamis (27/10/2022).
Di saat malam itu, Dedi Mulyadi memiliki jadwl di Purwakrata.
Dedi Mulyadi pada esok harinya memang harus menghadiri agenda mediasi di Pengadilan Agama Purwakarta atas gugat cerai sang istri Anne Ratna Mustika.
Posisi Anne Ratna Mustika sendiri saat ini secara politik adalah penerus dari Dedi Mulyadi sebagai Bupati Purwakarta.
Dedi Mulyadi mengusung Anne Ratna Mustika yang tak lain istri sendiri, dengan tujuan melanjutkan masa emas Kabupaten Purwakarta.
Namun, dengan kondisi saat ini Dedi Mulyadi malah banyak mengkritik kebijakan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika.
Tidak hanya menyaksikan lautan sampah seorang diri, Dedi Mulyadi lantas menghampiri warga di sana.
“Ini sudah berapa bulan (sampah tidak diangkut),” tanya Kang Dedi Mulyadi.
Warga tersebut kemudian menjawab, sekitar tiga hari sampah menumpuk dan belum diangkut..
“Ini (sampah) kalau dua hari, dua hari, lama-lama menumpuk dong pak. Baru tiga hari tidak terangkut saja segini,” jelas Dedi Mulyadi.
Langkah Dedi Mulyadi mengarah pada satu took dimana terlihat ada pedagangnya.
Dedi Mulyadi menanyakan apakah kondisi lautan sampah mengganggu penjualan dan kenyaman took.
“Toko keganggu semua (oleh sampah dan bau yang ditimbulkan), omset turun drastis,” kata pemilik toko kepada Kang Dedi Mulyadi.
Saat itu, Dedi Mulyadi langsung memotong pembicaraan, dan bertanya apakah sudah diusulkan ke bupati.
“(Usul) Gak didenger pak,” jawab pemilik warung menjawab pertanyaan Dedi Mulyadi.
Di sana Dedi Mulyadi mengatakan, jika masalah yang ada di hadapannya tersebut adalah tugas pemerintah.
“Ini kan (masalah sampah) tugas pemerintah,” kata Dedi Mulyadi.
“Kan sudah bayar pajak, bayar kebersihan kok diberi hadiah tumpukan sampah,” ucap Dedi Mulyadi.
“Ini kan orang malas belanja kalau (kondisi) begini,” jelas Dedi Mulyadi.
“Dulu pernah saya bersihin, tapi ketika saya bersihkan ribut dianggap ikut campur,” kata Dedi Mulyadi.
“Makanya biar gak dianggap ikut campur, beresin dong,” kata Dedi Mulyadi terlihat menyindir.
“Nanti kalau saya ikut bersihin (sampah) dianggap pencitraan,” ungkap Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi langsung memberi solusi melalui videonya untuk bupati, untuk segera menyiapkan armada truk sampah, dan segera mengangkut sampah tersebut.































































































