“Untuk apa berpendidikan tinggi tetapi memiliki moral yang rendah, sombong dan merendahkan orang yang pendidikannya di bawah level dia. Seolah kalau orang pendidikannya rendah berarti dia tidak bisa berbuat apa-apa. Sehingga dipandang sebelah mata. Malah kadang tidak dipandang sama sekali,” tambah Ngalim.
Sementara itu, CEO Tamiang Elevator dan Escalator, Sugianto, SE, MM mengatakan pengiriman Ngalim dan Muhammad Fitra untuk mengikuti training ke Cina merupakan wujud komitmen perusahaan untuk meningkatkan kapasitas karyawannya dalam rangka pengembangan software dan inovasi di PT. Tamiang Elevator dan Escalator.
“Perusahaan akan terus mengirimkan karyawan yang memiliki dedikasi tinggi untuk mengikuti training dan pelatihan di luar negeri,” ujar Putra kelahiran Aceh Tamiang ini.
Sugianto menjelaskan di perusahaanya, pendidikan bukan menjadi alat ukur utama dalam menempatkan seseorang dalam posisi jabatan. Yang menjadi indikator pertama yakni keuletan, kerja keras, kejujuran, rasa tanggung jawab dan dedikasi untuk perusahaan. Pasalnya, ada beberapa posisi penting di isi oleh seorang yang hanya tamatan SMP. []
Artikel Kisah Ngalim, Tak Lulus SMP Kini Dapat Jabatan Mentereng di PT Tamiang Elevator dan Escalator pertama kali tampil pada HARIANACEH.co.id.































































































Beri Komentar