Pratikno enggan menanggapi lebih detail soal keterlibatannya di Pijar. “Silakan perdalam dengan pengurus Pijar Foundation,” kata bekas Rektor UGM itu.
Sejumlah kolega Pratikno bercerita, pada 2021, ia menempatkan Arsjad Rasjid dan Wishnutama Kusubandio sebagai bagian dari dewan pengawas di Pijar. Keduanya dianggap dapat menjaring relasi pengusaha dari dalam dan luar negeri. Arsjad kini Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, sedangkan Wishnutama mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Pijar Foundation juga membuka jasa sebagai konsultan. Di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, yayasan itu menata portofolio kampus yang didirikan pada 2017 tersebut. Kampus itu diinisiasi oleh Pengurus Wilayah NU dan Pratikno terlibat dalam pendiriannya.
Anggota Dewan Etik UNU Yogyakarta, Muhammad Mustafid, menuturkan, rektor pertama di kampusnya, yakni Purwo Santoso, dan Pratikno telah saling mengenal. “Pak Purwo dan Pak Pratikno satu departemen di Fisipol UGM,” kata Mustafid ketika ditemui di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa, 22 Januari 2024.
Empat narasumber yang mengetahui manuver Pratikno bercerita, di UNU, Menteri Sekretaris Negara itu berupaya agar duit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara bisa masuk ke kas kampus untuk mendirikan gedung baru. Pada 2021, alokasi APBN untuk UNU mencapai Rp 198 miliar. Semula berdiri di Jalan Lowanu, Umbulharjo, kini UNU menempati tanah 7.478 meter persegi di Jalan Ringroad Barat, Sleman. Tanah itu milik Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.
Narasumber yang sama menyebutkan, Pratikno membuka keran donasi dari swasta dan BUMN untuk kampus itu. Duit-duit itu diduga ditampung di Yayasan Pijar, lalu disalurkan untuk pengembangan kegiatan kemahasiswaan melalui Shafiec—pusat kajian ekonomi syariah di bawah naungan UNU.
Peran Pratikno di Shafiec, menurut dua perintis UNU Yogyakarta, sangat sentral. Mereka menyebutkan Pratikno ikut memantau keluar-masuk uang di lembaga itu. Mereka bercerita, lembaga itu tak setiap saat aktif. Kata mereka, Shafiec hanya digunakan ketika ada donasi besar masuk.
Lewat UNU, Pratikno membangun jaringan dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ia pun disebut ikut cawe-cawe dalam pemilihan rektor. Pada 2022, Purwo Santoso yang telah merampungkan masa jabatannya tak lagi maju dalam pemilihan rektor.
(Sumber: Majalah TEMPO, Minggu, 28 Januari 2024)




































































































Beri Komentar