UPDATE

Salam.life
ACEH
ACEH

Diduga Malpraktik, Ibu Dua Anak asal Aceh Barat Alami Kebutaan Usai Embolisasi di RSUDZA

HARIANACEH.co.id|Banda Aceh – Seorang pasien asal Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat mengalami kebutaan mata sebelah kanannya secara permanen. Suami pasien menganggap apa yang terjadi pada istrinya disebabkan oleh malpraktik dokter saat menangani proses Embolisasi (penyumbatan suatu pembuluh darah) melalui selang dari pangkal paha ke otak.

Pasien tersebut adalah Yismanila (41). Proses menyemprotkan obat melalui selang ditangani oleh dokter bedah Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, di ruang bedah rumah sakit plat merah milik Pemerintah Aceh itu, Selasa 13 Februari 2024 malam. Yusmanila merupakan ibu dua orang anak Indri (10) dan Nita (3) red samaran, warga Kecamatan Sama Tiga, Aceh Barat, Aceh.

“Apa yang terjadi pada istri saya baru saya ketahui setelah proses Embolisasi dan dikembalikan ke ruang inap (Nabawi), dia muntah hebat, dan langsung mata sebelah kanan tidak bisa melihat lagi,” ujar Azhar pada media ini, Jumat 16 Februari 2024.

Aksi Kaninus 16

Azhar menceritakan istrinya divonis mengindap tumor pembuluh darah di bagian hidung sejak tahun 2022 lalu dan telah dilakukan tindak operasi pada tahun itu juga di RSUDZA Banda Aceh. Sayangnya, baru satu tahun berselang penyakit yang sama kambuh lagi.

Sejak merasakan keluhan yang sama, Azhar memutuskan membawa kembali istrinya ke RSUDZA Banda Aceh berdasarkan surat rujukan yang dikeluarkan RSUD Cut Nyak Dien Meulaboh sekitar akhir Januari 2024.

“Awalnya, berobat jalan karena tinggal di rumah Family di Blang Oi. Setelah melalui semua diproses pemeriksaan dan dijadwalkan operasi pada Selasa (13/2), makanya disuruh rawat inap mulai Senin (12/2),” ungkap Azhar sambil sesekali mengusap mata istrinya yang terus mengeluarkan air setelah Embolisasi dilakukan.

Menurut Azhar kondisi istrinya saat pertama masuk ke Ruang Rawat Inap (Nabawi) dalam kondisi bugar tanpa mengeluh sakit apapun. Namun, petaka mulai menghampiri saat dokter bagian THT membawa istrinya ke ruang bedah untuk dilakukan pemeriksaan kembali.

“Saat itu, tim dokter THT memeriksa kembali hidung saya dengan cara dicongkel dengan alat. Padahal, sebelumnya salah satu dokter penanggungjawab tidak merekomendasikan dan sudah mengintruksikan hidung saya tidak boleh lagi di congkel-congkel karena tumornya memang letaknya di pembuluh darah, sedikit saja bergoyang pasti keluar darah,” sambung Yismanila sambil menangis terisak-isak.

Dalam kejadian itu, menurut Azhar darah yang keluar dalam hidung istrinya tidak bisa berhenti sehingga keluar kurang lebih 1 botol air mineral atau sekitar setengah liter. Setelah kejian itu, operasi yang telah dijadwalkan terpaksa dibatalkan karena ditakutkan akan terjadi pendarahan saat operasi dilakukan.

image_print
1 2 3
Stories
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.