UPDATE

OPINI
OPINI

Merdeka Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar!

Maka bisa dikatakan,  Kurikulum Merdeka justru akan menguatkan sekulerisme dan kapitalisme dalam kehidupan. Keduanya menciptakan paradigma salah tentang pendidikan, wajar, asas keduanya adalah pemisahan agama dari kehidupan, padahal apapun itu jika tak ada agama yang mengatur akan hilang bak unta lepas dari tali kendalinya.

Sekulerisme juga melahirkan generasi yang buruk kepribadiannya,  dan menjadikan generasi terjajah budaya barat yang rusak dan merusak. Kini semakin banyak seorang muslim yang mentoleransi kemaksiatan, misal ketika seseorang berkeinginan melepas penutup auratnya dengan mengatakan sedang mencari jati diri, banyak siswi yang hamil di luar nikah hingga harus dispensasi pernikahan dikatakan sudah biasa, ketika interaksi bercampur baur hingga pacaran dikatakan anak muda memang begitu, namanya juga penjajakan.

Lantas dimana fungsi pendidikan jika melihat kemaksiatan yang merupakan perbuatan haram tidak ditakuti? Jelas, kepribadian rusak inilah pangkal bencana. Baik moral maupun sosial, padahal, bangsa yang kuat tidak hanya ditopang dengan kemajuan sains dan teknologinya, namun juga personal yang bertakwa. Saatnya mengganti sistem yang lebih piawai mampu memproduksi generasi berkualitas.

Islam Sistem Sempurna Karunia Ilahi

Pendidikan adalah salah satu aspek startegis yang menentukan generasi masa depan.  Islam mentargetkan terbentuknya generasi berkualitas, beriman, bertakwa, trampil dan berjiwa pemimpin serta menjadi problem solver. Dimana hari ini semakin langka kita temui. Terlihat pandai namun rapuh dan mudah koyak.

Islam memiliki sistem pendidikan terbaik berbasis akidah Islam yang terbukti berhasil melahirkan generasi berkualitas, menjadi agen perubahan dan membangun peradaban yang mulia.  Negara memiliki tanggungjawab mewujudkannya.

Tentu dunia tak mungkin mengingkari tokoh ilmuwan seperti Al Khawarizmi , ahli matematika dan penemu Aljabar. Ibnu Qurra (Tsabit bin Qurrah), ahli astronomi dan matematika. Al Battani, ahli astronomi dan  penemu penentuan tahun (365 Hari). Ibn Al Farabi,  ahli filsafat. Ibn Al Haitham, fisikawan dan  penemu Optik dan masih banyak lagi.

Mereka bersinar karena negara menjamin penyelenggaraan pendidikan 100 persen tanpa memungut sesen pun dari rakyat soal pembiayaannya. Bahkan para agniya( orang kaya pada masa itu) berlomba-lomba mengingatkan hartanya kepada Baitulmal untuk pembangunan madrasah, masjid, laboratorium, perpustakaan dan semua yang berkaitan dengan pendidikan.

Di saat yang sama dunia Eropa masih dalam era kegelapan, tak tahu cara mandi, Buang air besar yang higienis hingga sungai Thames mendapat julukan The Great Stink, saking baunya dan menjadi penyebab wabah kolera dan seterusnya. Dengan piciknya dunia barat berusaha menutupi fakta ini, dimana kaum Muslimlah sejatinya peletak pertama peradaban mulia dan cemerlang karena ilmu pengetahuan  begitu ditinggikan.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3 4
Story Terbaru
Tidak dapat memuat data story terbaru.
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.