Uni Eropa telah mengaktifkan sistem satelit Copernicus untuk membantu koordinasi tim penyelamat Spanyol, dan ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan kesiapannya untuk menawarkan bantuan tambahan melalui mekanisme perlindungan sipil UE.
Banjir Terburuk Sejak 1973
Pihak berwenang menyebutkan bahwa para korban selamat saat ini ditampung di lokasi sementara, seperti di kantor pemadam kebakaran. Sementara itu, transportasi rel dan udara tetap terganggu.
Jalur kereta cepat antara Valencia dan Madrid akan ditutup setidaknya selama empat hari, menurut otoritas infrastruktur rel Adif.
AEMET mengeluarkan peringatan merah untuk hujan lebat di wilayah Cadiz serta cuaca buruk di Catalonia. Dengan curah hujan yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, Spanyol menghadapi banjir terburuk sejak tahun 1973, ketika lebih dari 150 orang tewas di provinsi Granada, Murcia, dan Almeria.
Para ahli meteorologi mengatakan badai ini disebabkan oleh udara dingin yang bergerak di atas perairan hangat Mediterania, menghasilkan awan hujan intens, fenomena yang umum terjadi di musim ini.
Para ilmuwan memperingatkan bahwa perubahan iklim akibat ulah manusia meningkatkan intensitas dan frekuensi kejadian cuaca ekstrem seperti badai ini, sehingga meningkatkan risiko kerusakan di berbagai negara, termasuk Spanyol.
“Ekstrem semacam ini dapat mengalahkan kemampuan pertahanan dan rencana kontingensi yang ada, bahkan di negara maju seperti Spanyol,” ujar Leslie Mabon, dosen senior di Open University di Inggris.
Meskipun sistem peringatan banjir di Valencia telah aktif, korban tetap tinggi.
Menurut profesor hidrologi di University of Reading, Hannah Cloke, ini menunjukkan bahwa masyarakat masih kurang siap menghadapi bencana banjir, meskipun ada peringatan yang sudah diberikan.































































































Beri Komentar