Sementara Mehr News melaporkan bahwa Kelompok Hizbullah yang didukung Iran mengatakan pada Ahad bahwa pihaknya menembakkan puluhan rudal dan drone ke Israel. Hizbullah mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah “meluncurkan, untuk pertama kalinya, serangan udara menggunakan segerombolan drone di pangkalan angkatan laut Ashdod” di Israel selatan.
Dalam pernyataan terpisah, pihaknya mengatakan pihaknya juga melakukan operasi terhadap “sasaran militer” di Tel Aviv dengan menggunakan “rentetan rudal canggih dan segerombolan drone penyerang.”
Militer Israel sebelumnya mengatakan bahwa sirene serangan udara telah berbunyi di beberapa lokasi di Israel tengah dan utara, termasuk di pinggiran kota Tel Aviv. Militer mengklaim mereka mencegat sejumlah dari sekitar 55 proyektil yang ditembakkan ke Israel utara.
Di Lebanon selatan, tentara Lebanon mengatakan serangan Israel terhadap sebuah pos menewaskan seorang tentara. “Satu tentara tewas, dan 18 lainnya terluka, termasuk beberapa orang dengan luka parah, akibat serangan Israel yang menargetkan pusat militer Lebanon di Amriyeh,” kata militer dalam sebuah pernyataan.
Sebelumnya, media AS Axios melaporkan rincian baru tentang kemungkinan serangan Iran terhadap Israel setelah serangan pada 26 Oktober lalu. Menurut para pejabat Amerika Serikat dan Israel yang dikutip Axios, Iran sedang bersiap untuk menanggapi Israel dengan serangan dari Irak, dan sebagai persiapan, IRGC telah mengirimkan pesawat tak berawak dan rudal kepada milisi bersenjata di Irak.
Amerika Serikat telah memperingatkan Iran secara terbuka, terutama agar tidak melancarkan serangan ke Israel, namun sejauh ini Iran tidak menunjukkan kemauan untuk melakukan deeskalasi.
Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat Jake Sullivan dan Menteri Luar Negeri Antony Blinken berbicara dengan Perdana Menteri Irak Mohammed Shi’a Al-Sudani tentang serangan Iran yang diperkirakan akan terjadi, dan peringatan Amerika Serikat telah disampaikan kepada Baghdad bahwa Israel mungkin akan menyerang Irak jika mereka tidak mencegah serangan Iran.
“Tidak seperti Israel, Republik Islam tidak mencari eskalasi, tetapi memiliki hak penuh untuk mempertahankan diri,” kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi, seraya menambahkan bahwa Iran ”akan merespons agresi entitas Zionis sesuai dengan waktu dan situasi yang ditentukannya, dengan cara yang tepat, dengan cara yang telah diperhitungkan dengan matang.”
Di Israel, Channel 12 mengutip perkiraan pihak keamanan yang memperkirakan bahwa Iran mungkin akan mempertimbangkan kembali sifat serangannya di tengah krisis pemecatan Menteri Pertahanan Israel Yoav Galant dan ketegangan dengan Washington terkait hal itu.































































































Beri Komentar